Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi tidak mau menjawab soal tudingan pembagian suap dari pengembang reklamasi ke anggota dewan. Ia juga membantah kenal dengan Manajer Perizinan PT Agung Sedayu Grup Syaiful Zuhri alias Pupung.
"Enggak tahu," kata pria yang akrab disapa Pras itu di Gedung DPRD DKI, Kamis (14/7).
Dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Pupung, terungkap obrolan antara Pupung dengam mantan politikus Partai Gerindra Mohamad Sanusi. Di rekaman, Sanusi menyebut Pras tidak adil dalam membagi-bagikan suap dari pengembang reklamasi.
Sanusi mengatakan, karena kelakuan Pras itu, rapat paripurna DPRD DKI untuk membahas Raperda tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Pantai Utara Jakarta terhambat. Pras menolak menjelaskan tuduhan dari Sanusi itu.
"Yang nyebut gua? Bukan kan? Ya tanya sama dia dong. Kan yang nyebut nama ya dia, gua enggak tahu," tegas Pras.
Tapi Pras mengakui memang kenal dengan Chairman PT Agung Sedayu Grup Sugiyanto Kusuma alias Aguan. Pras pernah menjadi anak buah Aguan.
"Kalau Aguan emang gue pernah jadi anak buah dia, tapi ya sudahlah enggak komen sajalah, gue diem sajalah," jelas Pras.
Pras enggan menjelaskan soal adanya bagi-bagi duit dari pengembang. Ia meminta publik menunggu proses hukum yang masih berlanjut.
"Kita lihat fakta hukumlah," ucap politikus PDI Perjuangan itu.
Pras siap memenuhi panggilan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sebagai saksi dari Sanusi.
"Ya pasti aku jadi saksi. Aku sudah pernah diperiksa KPK kok. Pasti hadir sebagai warga Republik Indonesia," tegas Pras. (MTVN/OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved