WARGA Karubaga, Tolikara, Papua, bersama aparat TNI dan Polri bergerak cepat memulihkan keadaan pascainsiden Jumat (17/7). Warga asli dan pendatang bergotong royong membersihkan puing di lokasi kebakaran. Pantauan Media Indonesia di lapangan, warga antusias mengangkat sisa kayu dan seng yang berada di lokasi.
Tak tampak sedikit pun rasa saling menyalahkan dalam kebersamaan mereka. "Kami di sini saling membantu tiap ada kegiatan. Semisal event daerah atau lainnya. Apalagi, kegiatan membersihkan puing seperti ini," tutur Haji Herman, seorang warga pendatang. Seorang warga asli Tolikara, Yanuir Wandik, yang ikut membantu membersihkan puing mengatakan bahwa budaya gotong royong memang sudah menjadi kebiasaan mereka.
"Lihat saja warga yang lewat, tanpa disuruh langsung ikut bergabung membersihkan puing," paparnya. Bupati Tolikara, Usman Wanimbo, mengultimatum warga agar segera membuka kios. "Saya beri waktu sampai Jumat. Kalau tidak membuka kembali usahanya, kita akan tutup izin usahanya," cetus Bupati Usman.
Menurut dia, roda perekonomian sudah berjalan di Tolikara. "Kita tidak mau kesan tidak aman terus melekat. Kita harapkan keadaan kembali seperti sediakala," pungkasnya. Untuk mempercepat pemulihan, tiga menteri mengunjungi Tolikara, kemarin. Mereka ialah Mendagri Tjahjo Kumolo, Mensos Khofifah Indar Parawansa, dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise.
Mereka datang bersamaan melihat lokasi kebakaran, pengungsian di halaman Koramil 1702, dan korban penembakan di RS Tolikara. "Kami datang untuk melihat langsung agar bisa memberikan bantuan apa yang benar-benar dibutuhkan," kata Menteri Khofifah. Sementara itu, Mendagri Tjahjo Kumolo meletakkan batu pertama pembangunan masjid di halaman Koramil 1702.
Cegah efek Tolikara Pascainsiden Tolikara, Kepala Polda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian dan Pangdam Jaya Mayjen Agus Sutomo menggelar pertemuan dengan sejumlah ormas di Kantor Polda Metro Jaya, kemarin. Mereka mengajak ormas menyikapi secara bijak kericuhan di Tolikara.
Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian mengatakan pihaknya juga akan memperkuat pengamanan gereja di Jakarta dan sekitarnya. Di sisi lain, Mendagri Tjahjo Kumolo memerintahkan Pemkab Tolikara untuk menyelidiki adanya peraturan daerah yang melarang pembangunan tempat ibadah baru di wilayah tersebut.
Jika ditemukan, Kemendagri akan membatalkan perda tersebut karena tidak sesuai dengan peraturan di atasnya. "Sudah menjadi tugas pemerintah memberi kebebasan bagi warga negaranya untuk beragama dan beribadah sesuai keyakinan masing-masing," ujar Tjahjo. Bupati Tolikara Usman Wanimbo membenarkan perda yang melarang membangun tempat ibadah selain Gereja Injil di Indonesia (GIDI).
Bupati juga membenarkan bahwa di Tolikara terdapat perda yang melarang pembangunan masjid. "Masjid dilarang juga dibangun. Kalau musala memang dari dulu ada," katanya. Terkait hal itu, Mendagri meminta jajaran pemda dan DPRD setempat meninjau kembali perda tersebut. "Coba di DPRD ditinjau kembali. Kalau satu agama saja tidak bisa (membangun tempat ibadah), apalagi kalau berbeda agama," jelasnya.