Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Luar Negeri (Kemenlu) terus melakukan komunikasi dengan berbagai pihak untuk mengonfirmasi informasi penyanderaan terhadap tiga WNI di Negara Bagian Sabah, Malaysia
Hal tersebut diungkapkan Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemenlu Lalu Muhammad Iqbal, Minggu (10/7).
Sebelumnya diberitakan sebuah kapal pukat tunda yang sedang berlayar di perairan Lahad Datu di Negara Bagian Sabah, Malaysia, diserang oleh sekelompok orang bersenjata berat dan menculik tiga dari tujuh awak di dalamnya, yang dikonfirmasi oleh pihak berwenang sebagai warga negara Indonesia (WNI).
Komisaris Kepolisian Sabah Datuk Abdul Rashid Harun mengungkapkan insiden penculikan terjadi sekitar 3,5 mil laut dari pantai Kampung Sinakut pada Sabtu (9/7) malam. Pelaku disebut berjumlah lima orang bersenjatakan senapan dan bahkan peluncur granat.
Polisi negeri jiran mengidentifikasi ketiga sandera sebagai warga Nusa Tenggara Timur yakni Lorence Koten, Teo Dorus Kopong, dan Emanuel.
Polisi laut regional menambahkan kapal tunda dengan awak tujuh berada di perairan lepas pantai timur Sabah di Pulau Kalimantan, sekitar delapan mil laut dari pantai, ketika diserang oleh orang-orang bersenjata dengan sebuah kapal putih Sabtu malam.
"Para tersangka menginterogasi siapa yang membawa paspor, dan tiga orang yang memiliki paspor dibawa ke perahu mereka, sementara empat yang tidak berdokumen ditinggal," kata polisi laut dalam sebuah pernyataan media seperti dilaporkan CNA.
Pihak Komando Pengamanan Sabah Timur dilaporkan sedang mencari lima orang penculik bersenjata, yang disebut oleh polisi berbicara dalam bahasa Melayu dan dialek Suluk dan berusia antara 30 dan 40-an tahun.
Sejauh ini belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas penculikan itu atau permintaan uang tebusan. Subkomando kelompok Abu Sayyaf, Apo Mike, dinyatakan sebagai salah satu tersangka penculikan. Polisi Malaysia telah berkoordinasi dengan rekan mereka di Filipina (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved