Evaluasi Alutsista Mutlak

Christian Dior Simbolon
10/7/2016 18:11
Evaluasi Alutsista Mutlak
(ANTARA/Hendra Nurdiyansyah)

BERULANGNYA peristiwa kecelakaan pesawat militer perlu disikapi serius oleh pemerintah. Jatuhnya Helikopter Bell 205 A-1 milik TNI AD di Kalasan, Kabupaten Sleman, harus jadi momentum evaluasi menyeluruh. Tidak hanya pada pengadaan dan perawatan alat utama sistem pertahanan (alutsista) saja, kualitas pilot pun harus dibenahi.

"Semua harus dievaluasi, termasuk di antaranya kualitas pilot-pilot yang menerbangkan pesawat. Kalau kita lihat, seringkali penyebab kecelakaan itu karena kelalaian manusia," ujar pengamat militer Wawan Purwanto di Jakarta, Minggu (10/7).

Menurut Wawan, peningkatan kualitas pilot TNI mutlak dilakukan. Pasalnya, kualitas pilot menentukan keamanan penerbangan. Kelalaian pilot kerap menjadi penyebab terjadinya kecelakaan.

Hal ini misalnya terbukti dalam peristiwa jatuhnya pesawat jet Golden Eagle T-50 i trainer jet milik TNI AU di bandara Adi Sucipto, Desember tahun lalu.

"Pilot seharusnya menukik dua kali. Tapi, dia malah menukik hingga tiga kali. Pilot terlalu berani. Akibatnya, pesawat jatuh hingga ekor pesawat patah. Ini murni kelalaian pilot," jelasnya.

Helikopter milik TNI Angkatan Darat jatuh di Sleman, Yogyakarta, Jumat (8/7) lalu. Tiga orang tewas dalam peristiwa tersebut, termasuk di antaranya seorang warga sipil.

Ini bukan kali pertama pesawat militer mengalami kecelakaan. Maret lalu, 13 orang tewas ketika helikopter militer jatuh akibat cuaca buruk di Poso, Sulawesi Tengah. Adapun pada Juni 2015 lalu, pesawat Hercules C-130 jatuh di Medan dan menewaskan 142 orang.

Usia pesawat yang tua kerap dituding menjadi penyebab kecelakaan. Namun demikian, menurut Wawan, pesawat berumur pun sebenarnya laik terbang asalkan dirawat dengan baik. "Jadi kalau jatuh karena permasalahan teknis, yang harus dipertanyakan itu proses perawatannya," imbuh dia.

Diakui Wawan, saat ini Mabes TNI terus melakukan peremajaan terhadap alutsista yang mereka miliki. Namun demikian, pengadaan alutsista baru juga perlu diawasi dengan ketat. "Jangan sampai pengadaan tidak sesuai dengan kebutuhan," tandasnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya