Partai Demokrat Gagal Belajar Dari Pengalaman

Arnoldus Dhae
02/7/2016 14:34
Partai Demokrat Gagal Belajar Dari Pengalaman
(MI/ATET DWI PRAMADIA)

SATU lagi kader Partai Demokrat yakni Putu Sudiartana dari Dapil Bali terlibat korupsi dan sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Penetapan tersangka pria yang diakrabi Putu Liong ini menambah panjang daftar elite Partai Demokrat yang terjerat kasus korupsi.

Sementara untuk Dapil Bali, sudah dua kader elite Partai Demokrat yang terjerat kasus yang sama yakni Jero Wacik dan Putu Liong. Menariknya, kader-kader yang terlibat korupsi tersebut merupakan kader-kader elit yang menghuni Gedung Senayan Jakarta. Dua kader Bali yang terlibat kasus yang sama tersebut membuat publik Bali terkejut karena partai asuhan SBY tersebut terlibat dalam kasus yang sama.

Pengamat Politik Universitas Udayana, Gusti Putu Bagus Suka Arjawa mengimbau kepada Partai Demokrat agar segera melakukan pembenahan. Salah satu pembenahan yang dimaksud yakni melakukan pembersihan besar-besaran internal partai.

Suka Arjawa menjelaskan pembersihan internal dirasa sangat perlu. Hal ini dilakukan untuk memperbaiki image partai dan mencari kader internal yang mumpuni dan bersih. "Kalau bisa menurut saya, Partai Demokrat harus melakukan pembersihan besar-besaran di internalnya, termasuk pembersihan nama Bali juga, dan kalau bisa juga mencari kader yang terbaik yang bersih," katanya, Sabtu (2/7).

Menurut dia, banyaknya kader Partai Demokrat yang tersangkut masalah hukum disebabkan karena partai tak jeli dan kurang kritis terhadap proses kaderisasi dan rekruitmen. Hal inilah yang berpotensi menyebabkan kejadian yang sama dilakukan oleh kader.

Seharusnya Partai Demokrat harus melihat lebih detail track record dari kader itu sendiri. "Ya bisa dikatakan kegagalan, dalam arti Demokrat sebagai sebuah partai besar tidak jeli dan kritis dalam memilih seorang kader dalam proses kaderisasinya," katanya.

Salah satu anggota Dewam Pembina Partai Demokrat yang juga Gubernur Bali Made Mangku Pastika menjelaskan, kasus yang menimpa Putu Liong membuat warga Bali terkejut. Namun ia mengapresiasi kinerja KPK yang mampu mengendus dugaan korupsi tersebut.

Karena kader partai lainnya sebenarnya juga melakukan hal yang sama hanya saja masih luput dari endusan KPK. "Kita menyerahkan saja kepada proses hukum yang ada. Partai juga tidak akan membela kalau memang itu terbukti," ujarnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya