Anggota DPR Kena OTT Cederai Kepercayaan Masyarakat

Basuki Eka Purnama
30/6/2016 06:54
Anggota DPR Kena OTT Cederai Kepercayaan Masyarakat
(Ilustrasi -- MI)

PENGAMAT Politik dari Universitas Mercu Buana Jakarta Maksimus Ramses Lalongkoe menilai kejadian anggota DPR terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) mencederai kepercayaan masyarakat Indonesia pada mereka sebagai wakil rakyat.

Saat dihubungi, Ramses mengatakan kasus itu seakan memperlihatkan kepada masyarakat bahwa anggota DPR dan pejabat negara yang terseret skandal korupsi hanya ingin memperkaya diri sendiri, keluarga, dan kelompok mereka.

"Perbuatan mereka ini memberikan negasi kepada publik bahwa mereka menjadi pejabat negara hanya ingin memperkaya diri sendiri dan keluarga saja," ujar Ramses, Rabu (29/6).

Peneliti Political Communication (Polcom) Institute itu menyatakan tingginya angka korupsi di Indonesia telah menyebabkan semua sistem dan sendi kehidupan bernegara rusak.

Pasalnya, praktik korupsi telah berlangsung secara merata dan membuat larut hampir semua elite politik dan jika dibiarkan terus berlangsung dan tanpa tindakan tegas, korupsi akan menggagalkan demokrasi dan membuat negara dalam bahaya kehancuran.

"Angka korupsi di Indonesia tinggi dan ini sangat berbahaya jika terus dibiarkan. Pejabat yang korup seakan sudah hilang urat malunya sehingga perlu hukuman berat bagi para pelaku korupsi terutama pejabat negara", tuturnya.

Kendati demikian, Ramses menilai korupsi sangat sukar dan bahkan hampir tidak mungkin diberantas secara utuh sehingga dbutuhkan kerja sama semua pihak untuk menanggulanginya.

"Bahaya laten korupsi ini harus diwaspadai sejak dini, baik oleh pemerintah maupun oleh masyarakat itu sendiri, serta yang terpenting ada penanggulangan dan tindakan tegas terhadap kasus korupsi yang terus menggerogoti bangsa ini agar ada efek jera," ucapnya.

Kemarin, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan OTT terhadap beberapa orang yang salah satu di antara mereka adalah anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Demokrat I Putu Sudiartana. (Ant/OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya