Kembali Unggah Video di Youtube, SBY Kritik Pemerintah Indonesia

Metrotvnews.com/Arga Sumantri
26/6/2016 22:58
Kembali Unggah Video di Youtube, SBY Kritik Pemerintah Indonesia
(AP/Seth Wenig)

KETUA Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kembali mengunggah video di jejaring Youtube. Kali ini dia berbicara banyak hal soal keluarnya Inggris dari Uni Eropa, juga tentang ASEAN.

Dalam video berjudul 'SBY tentang Brexit, Uni Eropa, dan ASEAN', yang berdurasi 37.26 menit itu, SBY juga menjabarkan tentang kondisi hubungan luar negeri Indonesia yang menurutnya perlu ada perbaikan.

Dalam video itu, SBY mengklaim mendapat pertanyaan-pertanyaan dari berbagai pemimpin negara soal Indonesia yang dinilai cenderung terlalu nasionalistik dan tidak terlalu memedulikan komentar negara sahabat.

"Mungkin, kebijakan pemerintah misalkan untuk menenggelamkan kapal-kapal pencuri ikan lah begitu. Kemudian mengeksekusi bagi terpidana mati kejahatan narkoba. Mungkin karena menjadi ajang pemberitaan yang masif di dalam negeri, disertai retorika di sana-sini, ditangkap oleh luar negeri, Indonesia cenderung nasionalistik, pokoknya mengutamakan kepentingan nasional dan tidak perduli lah komentar negara sahabat. itu persepsi mereka," kata SBY dalam video Youtube-nya yang diunggah pada Minggu (26/6).

"Saya juga jalankan eksekusi hukuman mati, termasuk narkoba, kita juga keras terhadap negara lain yang mengganggu, tapi mungkin tidak terlalu gaduh. Sehingga tidak jadi perhatian Internasional," tambah SBY.

Selain anggapan kalau Indonesia terlalu nasionalistik, SBY juga menyinggung soal peran Indonesia dalam sejumlah organisasi negara kawasan, salah satunya dalam organisasi ASEAN. Menurut dia, saat ini Indonesia dinilai kurang berperan dan mampu melibatkan diri secara baik di organisasi ASEAN. Padahal, Indonesia jadi salah satu founding father ASEAN.

"Padahal, orang berharap Indonesia jadi natural leader lah. Meskipun kita tidak mengklaim kalau kami (Indonesia) pemimpin di ASEAN, tapi dianggap saudara tua, big brother, dan sebagai ya pemimpin lah," ujar SBY.

Ia juga mengatakan dirinya memahami soal prioritas Presiden Joko Widodo yang ingin fokus membenahi masalah dalam negeri. Namun, dia juga mengingatkan agar Indonesia juga lebih peka terhadap masalah yang terjadi di negara-negara kawasan.

"Itu tidak salah, tapi oleh teman di ASEAN diangap kok tidak terlalu peduli barangkali untuk menangani masalah kawasan, masalah-masalah yang sifatnya menjadi bagian dari kemitraan dan kerja sama," papar SBY.

Saat ini, menurut SBY, pemerintah harus segera mampu menjelaskan kepada para negara sahabat. Menurutnya, harus segera ada komunikasi dan diplomasi yang lebih efektif untuk menjelaskan kalau Indonesia juga peduli terhadap persoalan terkait kerja sama luar negeri dan sebagainya.

"Sebenarnya tentu bagi kita, kepentingan nasional di atas segalanya, bangsa mana pun begitu, tetapi, kerja sama internasional, seperti ASEAN, APEC, G-20, PBB, Organisasi Kerja Sama Islam, itu juga untuk kepentingan nasional kita juga, semua ke situ arahnya, tidak perlu sangat dipertentangkan. Apalagi, kita hidup di era globalisasi, suka tidak suka, mau tidak mau, kita harus menyesuaikan diri dalam iklim globalisasi. Kita secara ekonomi saling terhubung, saling tergantung, oleh karena itu pandai-pandai kita menjalin kerja sama baik kawasan maupun Internasional untuk sebesar-besar kepentingan Indonesia," pungkas SBY. (MTVN/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya