Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
MAX Pattiwael, staf pribadi Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi, dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia akan diperiksa dalam kasus dugaan suap terkait pembahasan rancangan peraturan daerah soal reklamasi Teluk Jakarta.
"Yang bersangkutan akan dimintai keterangan sebagai saksi untuk tersangka MSN (M Sanusi)," kata Pelaksana Harian Kepala Biro Humas KPK Yuyuk Andriati di kantornya, Jumat (24/6).
Selain Max, Jahja Djokdja yang merupakan staf pribadi Anggota DPRD DKl Mohamad Sangaji alias Ongen Sangaji juga dipanggil. Keduanya diketahui sudah dua kali dipanggil KPK, pada 8 dan 13 Juni 2016.
Belum diketahui apa yang ditanyakan penyidik KPK kepada keduanya. Diduga kuat, mereka akan dimintai keterangan terkait aliran dana suap yang disinyalir sampai ke anggota DPRD lain di luar Sanusi.
Bersama keduanya, KPK juga memanggil beberapa saksi lain. Mereka adalah Karyawan PT Kedaung Propertindo Feri Hendrayanto, Divisi Legal PT Wahana Auto Ekamarga bernama Musa, Karyawan PT Agung Sedayu Group Heliawati alias Lia, dan Trian Subekhi, seorang wiraswasta.
"Mereka juga diperiksa sebagai saksi untuk MSN," jelas Yuyuk.
Diketahui, KPK sudah menetapkan tiga tersangka dalam kasus suap terkait raperda reklamasi Teluk Jakarta. Mereka adalah Ketua Komisi D DPRD DKI Sanusi, Personal Assistant PT Agung Podomoro Land Trinanda Prihantoro, dan Presiden Direktur PT APL Ariesman Widjaja.
Sanusi disangka menerima suap sebesar Rp2 miliar dari Ariesman lewat anak buahnya Trinanda. Uang itu untuk mempengaruhi pembahasan raperda di DPRD.
Dalam perkembangannya, KPK menduga ada anggota DPRD lain yang terlibat dalam kasus ini. Salah satu yang akan ditelusuri KPK adalah pertemuan sejumlah anggota DPRD DKI dengan Bos Agung Sedayu Group Sugianto Kusuma alias Aguan.
Pertemuan itu dihadiri Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi, Wakil Ketua DPRD DKI Mohamad Taufik, Ketua Pansus Reklamasi Selamat Nurdin, Anggota Balegda Muhammad 'Ongen' Sangaji, dan Sanusi. Ariesman Widjaja juga ada dalam pertemuan.
KPK kini juga tengah menelusuri aset-aset milik Sanusi. Lembaga Antikorupsi membuka peluang menjerat Politikus Gerindra itu dalam kasus pencucian uang. (MTVN/OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved