Teror ke KPK Mengarah pada Penyidik

Cahya Mulyana
07/7/2015 00:00
Teror ke KPK Mengarah pada Penyidik
(ANTARA/Risky Andrianto)
DI tengah akutnya masalah korupsi di Indonesia, keberadaan Komisi Pemberantasan Korupsi terus dirundung teror, baik ke institusi maupun personelnya. Teror paket menyerupai bom, kemarin, sempat mampir di rumah salah satu penyidik KPK Komisaris Polisi Apip Julian Miftah di Bekasi.

Apip merupakan salah seorang penyidik KPK yang dianggap sukses menangani beberapa kasus besar. "Yang bersangkutan menangani sejumlah perkara atau sekitar 5-6 perkara saat ini. Tapi jangan terlalu dini mengaitkan (teror bom) dengan penanganan perkara," jelas Plt Wakil Ketua KPK Johan Budi di Gedung KPK, Jakarta, kemarin.

KPK, ucap Johan, masih mengharapkan hasil investigasi dan proses penyelidikan yang secara resmi sudah ditangani oleh Polres Kota Bekasi. Ia menambahkan bahwa KPK akan mengantisipasi hal serupa dengan pengamanan melekat terhadap penyidik dan kembali membekali dengan senjata api.

Plt Wakil Ketua KPK Indriyanto Seno Adji mengatakan, bila melihat kondisi KPK, intimidasi dan sejenisnya sudah menjadi bagian risiko dari kewenangan KPK. Jadi KPK tetap menjalankan tugas kewenangan seperti biasa," terangnya.

Perkara yang ditangani Apip di antaranya kasus dugaan korupsi dengan motif meringankan pajak oleh mantan Dirjen Pajak Hadi Poernomo. Kasus itu masih terus diperjuangkan KPK meski sudah dimentahkan dalam proses praperadilan melalui peninjauan kembali, hingga KPK akan menetapkan kembali Hadi Poernomo sebagai tersangka.

Apip juga menangani kasus Anggodo Widjojo dan menjebloskannya ke bui dengan vonis 10 tahun penjara. Penyidik dari Mabes Polri itu juga pernah menangani perkara Nunun Nurbaeti, istri mantan Wakapolri Komjen (Purn) Adang Daradjatun. Selanjutnya, penyidik yang seangkatan dengan Novel Baswedan itu diketahui juga pernah menangani perkara Agus Condro yang juga tersangkut dugaan suap cek perjalanan dalam pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Miranda S Goeltom.

Apip juga sempat akan ditarik oleh Mabes Polri pada medio 2010. Pihak kepolisian saat itu ingin Apip bersama tiga rekannya, yakni Irhamni, Bambang Tertianto, dan Ronny Samtana, untuk ditempatkan di Pusdik Reserse Kriminal Polri.

Masih didalami

Teror yang dialami Apip beruntun. Bermula pada Minggu (5/7) sekitar pukul 21.00 WIB terlihat benda mirip bom di halaman rumahnya di Perum Mediterania Regensi, Jl Anggrek Blok A, RT 04/16 Kelurahan Jakamulya, Kota Bekasi.

Kemudian Apip langsung meminta pihak kepolisian menyelidiki dugaan teror yang sempat membuat panik penghuni perumahan itu. Pada pukul 23.00 Polda Metro Jaya mengirim Tim Gegana dan meledakkan paket dengan hasil nihil.

Sebelumnya Apip sempat menerima teror, ban mobilnya digembosi dengan cara ditusuk-tusuk sebanyak delapan kali kemudian mobilnya juga dirusak dengan disiram air keras.

Kapolres Kota Bekasi Daniel Bolly Tifaona mengatakan pihaknya masih mendalami kasus teror bom terhadap penyidik KPK tersebut. Sejumlah saksi, termasuk korban telah diperiksa. Selain itu, rekaman CCTV dari rumah korban pun telah diambil.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya