Segera Perbaiki Standar Operasi Soekarno-Hatta

Bow/SM/X-5
06/7/2015 00:00
Segera Perbaiki Standar Operasi Soekarno-Hatta
Ribuan calon penumpang tertahan di Terminal 2 setelah terjadi kebakaran JW Sky Lounge di Terminal Keberangkatan 2E Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, kemarin.(Antara/Muhammad Iqbal)

MANAJEMEN Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, didesak segera memperbaiki standar operasional setelah rentetan peristiwa yang mengacaukan pelayanan bandara internasional tersebut.

Peristiwa terakhir terjadi kebakaran JW Sky Lounge di Terminal 2E yang mengakibatkan sedikitnya 30 jadwal penerbangan domestik dan internasional tertunda (delay), kemarin.Sebelumnya, rentetan masalah terjadi di bandara yang mulai dioperasikan pada 80-an tersebut, misalnya seringnya mati listrik, macetnya aliran air, hingga gangguan radar.

"Kami (Komisi V DPR) minta PT Angkasa Pura II melakukan evaluasi standar operasi manajemen bandara," tegas Ketua Komisi V DPR Fary Djemi Francis ketika dihubungi, kemarin. "Mestinya hal-hal seperti itu sudah bisa diantisipasi," tambahnya.

Fary pun meminta PT Angkasa Pura II memeriksa dengan cermat dan menyeluruh semua outlet dan lounge di bandara karena menyangkut aspek keselamatan dan keamanan. Apalagi, hari-hari ini bandara tersebut kian sibuk menjelang musim mudik Lebaran.

Kekacauan di bandara akibat kebakaran kemarin menimpa ribuan calon penumpang, termasuk Sekjen DPP PDIP Hasto Kritiyanto yang semula akan terbang ke Surabaya dengan menggunakan Garuda.

Menurut Hasto, tidak ada manajemen krisis yang baik di Bandara Soekarno-Hatta terkait dengan kebakaran itu. "Hanya ada satu pengeras suara untuk menyampaikan pengumuman. Suaranya pun tenggelam dalam hiruk-pikuk kegaduhan penumpang," kata Hasto.

Dia memutuskan batal terbang karena penundaannya tidak jelas setelah menunggu hingga tiga jam. Sejumlah penumpang Garuda lain pun memilih refund (mengembalikan tiket) atau menjadwal ulang penerbangan.

Terkait dengan buruknya penanganan krisis tersebut, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan akan memberi teguran kepada PT Angkasa Pura II sebagai pengelola Bandara Soekarno-Hatta.

"PT Angkasa Pura II harus segera membuat standard operating procedures (SOP) penanganan krisis. SOP tersebut harus memperoleh sertifikasi ISO dalam 6 bulan ke depan," ujarnya.

Kebakaran di JW Sky Lounge diduga karena korsleting listrik. Kebakaran terjadi sekitar pukul 05.00 dan baru bisa dipadamkan pada pukul 08.30 dengan empat mobil pemadam kebakaran.

"Kasus ini sudah kami limpahkan ke Puslabfor Mabes Polri," kata Head of Corporate Secretary and Legal PT Angkasa Pura II Agus Haryadi.

Untuk mencegah kejadian serupa, sesuai dengan desakan Ketua Komisi V DPR, PT Angkasa Pura II akan memeriksa semua jaringan listrik di semua aoutlet bandara dalam pekan ini. "Kami akan tegas sebab masalah listrik berdampak kepada semuanya," ujar Direktur Angkasa Pura II Budi Karya Sumadi.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya