SEBANYAK 194 pendaftar calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi lolos tahapan seleksi administrasi dari total 611 orang yang mendaftar hingga Jumat (3/7). Dari 194 orang yang lolos seleksi tahap awal, 23 orang di antaranya perempuan dan sisanya laki-laki. Dari jenjang pendidikan, mayoritas peserta yang lolos berlatar belakang pendidikan S-2 sebesar 46%, S-3 sebanyak 25%, dan sisanya berpendidikan S-1.
Adapun latar belakang profesi didominasi advokat, PNS, dan akademisi. "Kalau dilihat dari asal peserta, ternyata sangat menyebar. Konsentrasi di Jawa 51% dan Jakarta sekitar 30%. Para pendaftar hampir berasal dari semua provinsi," ujar Ketua Panitia Seleksi (Pansel) KPK, Destry Damayanti, dalam keterangan pers di Gedung Sekretariat Negara, Jakarta, kemarin.
Dari pendaftar yang lolos, salah satunya berasal dari Was hington DC, Amerika Serikat, dikenal aktif sebagai penggiat antikorupsi. Sejumlah nama yang tidak asing lolos seleksi awal, antara lain mantan Danpuspom TNI Hendardji Soepandji, Wakil Ketua Komisi Yudisial Imam Anshori Saleh, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie, dan Plt pimpinan KPK Johan Budi.
Jumlah pendaftar calon pimpinan KPK, kata Destry, meningkat ketimbang periode sebelumnya. Hal ini menunjukkan tingginya kepedulian masyarakat untuk terlibat dalam pemberantasan korupsi. Destry menambahkan Pansel KPK melakukan dua hal dalam seleksi tahap awal ini, yakni verifikasi kelengkapan dokumen dan ketepatan kualifikasi, serta kompetensi pendaftar yang dianggap cocok menjadi pimpinan KPK.
Pascalolos tahap pertama, pansel akan melibatkan masyarakat untuk dimintai tanggapannya terhadap para calon. Masyarakat bisa memberikan tanggapan melalui www.capimkpk. setneg.go.id, mulai 4 Juli- 3 Agustus. Seluruh peserta yang lolos masuk tahapan kedua akan menghadapi tes kompetensi diri. Para calon diminta membuat makalah atau tulisan mendeskripsikan diri dan mempresentasikannya pada 8 Juli.
Panitia akan meninjau langsung makalah dengan melibatkan pembaca independen. Pansel KPK juga menggandeng Indonesia Corruption Watch (ICW) bersama LSM penggiat antikorupsi untuk menelusuri rekam jejak para calon pimpinan KPK ini. Koordinator Divisi Monitoring Pelayanan Publik ICW, Febri Hendri, mengatakan tantangan utama pansel ialah mencari orang yang berpengalaman, berintegritas, independen, dan berani. "Selain itu harus diwaspadai penumpang gelap yang mungkin berada di nama-nama pendaftar."