PANITIA Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi resmi menutup pendaftaran administrasi di Gedung Sekretariat Ne gara, pukul 12.00 WIB. Namun, belum ada sosok perempuan yang menonjol untuk menjadi kandidat kuat pimpinan KPK. Hal itu disampaikan juru bicara pansel Betti Alisjahbana di Jakarta, kemarin. Tim pansel, kata Betti, telah blusukan ke sepuluh kota di Indonesia untuk menjaring calon-calon pimpinan komisi antirasywah berkualitas.
Kesepuluh kota itu ialah Jakarta, Semarang, Malang, Balikpapan, Pontianak, Makassar, Yogyakarta, Bandung, Medan, dan Padang. Latar belakang para pendaftar dari daerah jemput bola pun beragam. Ada yang berprofesi sebagai pegawai negeri, advokat, tokoh ma syarakat, dan hingga akademisi. Meski demikian, ia mengakui kuantitas belum tentu berbanding lurus dengan kualitas capim KPK.
"Nanti kita lihat seperti apa kualitas mereka pada tahap-tahap berikut," ujarnya. Pansel, kata Betti, memberikan prioritas kursi untuk calon bergender perempuan. Pansel berharap hadirnya sosok pimpinan perempu an dapat memberikan variasi kepemimpinan dan kinerja pemberantasan korupsi. Meski demikian, dari sekitar 50 perempuan yang mendaftar, ia mengakui belum ada sosok yang cukup menonjol.
Akan tetapi, target pansel soal variasi kemampuan membu ka pintu lebar masuknya calon perempuan terutama di bidang perbankan, keuangan, hukum dan informasi teknologi. Sejauh ini, pansel hanya bisa mem baca para calon melalui kelengkapan data dari curriculum vitae. Akan tetapi, data itu tak cu kup menggambarkan seluruh pribadi seorang calon.
"Belum ada yang pasti lolos. Namun, kalau ada perempuan, itu lebih baik. Latar belakang dan pengalaman bisa dibaca, tapi integritas dan kemampuan belum bisa dilihat," pungkasnya. Pada pertengahan Mei lalu, Presiden Joko Widodo menunjuk sembilan perempuan untuk menjadi anggota Pansel Pimpinan KPK. Pansel diketuai oleh Destry Damayanti, seorang ekonom.
Selain Betti, anggota pansel lainnya, yakni Enny Nurbaningsih, Harkristuti Haskrisnowo, Yenti Ganarsih, Supra Wimbarti, Natalia Subagyo, Diani Sadiawati, dan Meuthia Ganie-Rochman.
Lebih separuh gagal Destry mengatakan, hingga penutupan, ada 580 orang pendaftar. Namun, dari jumlah tersebut, ti dak sampai setengahnya yang sudah melengkapi syarat administrasi. Setelah direkapitulasi, lanjut dia, pansel akan mengumumkan pendaftar yang lolos seleksi capim KPK tahap I hari ini. Setelah pengumuman, masyarakat dapat memberikan tanggapan terkait capim yang lolos seleksi administrasi pada 4 Juli hingga 3 Agustus.
Capim yang lolos administrasi akan mengkuti proses selanjutnya, yakni pengumpulan makalah pada 8 Juli 2015, yang hasilnya akan diumumkan sepekan kemudian. "Shortlist yang lolos tak akan lebih dari 200 orang. Sekitar 54% lebih belum lengkap dan sampai pukul 12.00 WIB tadi (kemarin). (Pansel) sudah memberikan kesempatan dan tidak ada toleransi," ujar Destry.
Meskipun akan berkurang separuh lebih, Destry mengaku cukup puas dengan kualifi kasi para pendaftar. Para pendaftar memiliki kemampuan dan latar belakang yang beragam, termasuk berpengalaman. "Cukup heterogen. Kita dapat mereka dari latar belakang yang berbeda-beda. Jadi, ini sesuai dengan ekspektasi kita. Sesuai dengan yang diharapkan," ujar Destry.