Bais Perlu Cara Baru untuk Intai Aksi Teroris

Micom
17/6/2016 00:17
Bais Perlu Cara Baru untuk Intai Aksi Teroris
(Ilustrasi)

BADAN Intelijen Strategis (Bais) diimbau lebih progresif terhadap gerakan-gerakan aksi terorisme di masa mendatang. Sebab, para teroris kini bergerak dinamis dengan cara-cara baru yang sulit dideteksi pergerakannya. Sehingga peran dari Bais bisa dioptimalkan dengan cara-cara baru baik dengan cara konvensional maupun dengan teknologi tinggi.

Demikian paparan Pimpinan Panitia Khusus (Pansus) Revisi Undang-Undang Terorisme Supiadin Aries Saputra saat Rapat Dengan Pendapat dengan TNI di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (16/6).

Politikus dari Fraksi NasDem ini mengatakan bahwa Bais sebaiknya mengikuti cara-cara yang dilakukan oleh pasukan keamanan Amerika di Suriah untuk mendeteksi negara Islam radikal (IS).

Ia mencontohkan, untuk mengintai IS, pasukan keamanan Amerika menggunakan drone di malam hari. Tujuannya, mendeteksi kegiatan para anggota IS untuk informasi tambahan bagi pasukan keamanan Amerika tanpa diketahui. Dengan informasi tersebut bisa sangat mudah memukul rata IS di daerah yang dikuasainya.

"Pasukan Amerika di sana menggunakan drone di malam hari, bukan siang. Kalau siang pasti ditembak IS. Infonya dikumpulkan, di saat yang tepat IS digempur oleh pasukan Amerika," ungkapnya.

Selain Drone, Bais juga diimbau untuk mengawasi penyebaran konten-konten radikal di cyber space. IS melakukan propaganda radikalismenya melalui internet dan menyebarkan paham serta ideologinya keseluruh dunia. Cara propaganda tersebut terbukti ampuh dan ratusan relawan IS datang dari seluruh penjuru dunia termasuk Indonesia.

"Sehingga perlu kiranya Bais juga melakukan kerja analisisnya di cyber space. Laporannya akan sangat membantu pemerintah atau lembaga yang membutuhkannya guna mencegah aksi terorisme," pungkasnya. (RO/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya