Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
MAYORITAS fraksi-fraksi di DPR cenderung setuju dengan pencalonan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Polisi Tito Karnavian sebagai Kapolri. Hanya Gerindra yang memberi catatan terhadap keputusan Presiden Joko Widodo itu.
Ketua fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid mengindikasikan DPR akan mulus menyetujui pencalonan Tito. Menurutnya, tidak akan terjadi suara komisi III terpecah karena hanya satu calon tunggal yang diusulkan presiden.
"Peta yang ada memang mengindikasikan mulus," ucapnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (16/6).
Lebih lanjut, Jazuli mengungkapkan sejauh ini tidak ada alasan bagi DPR untuk menolak pencalonan Tito. Dilihat dari performa dan rekam jejaknya selama ini yang dianggap baik.
"Dari kepangkatan sudah sesuai dan pencalonannya sesuai mekanisme. Secara objektif apa alasannya DPR menolak?" ujar politikus PKB itu.
Tapi, Jazuli menegaskan sinyal positif dari DPR belum final sebab masih ada proses uji kelayakan dan kepatutan yang harus dilakukan Tito.
Kesempatan terpisah, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan berpendapat selama ini kinerja dan reputasi Tito dinilai baik. "Sementara ini tidak ada pemikiran kesana lah (menolak). Kita melihat dia bagus, masa ditolak," ucap dia.
Namun demikian, fraksi Gerindra kurang menyetujui pencalonan Tito. Anggota komisi III dari fraksi Gerindra Muhammad Syafii menyatakan walaupun Tito mempunyai prestasi gemilang baik ketika menjabat sebagai Kapolda Papua, Kapolda Metro Jaya dan pemberantasan tindak pidana terorisme sebagai Kepala BNPT, Gerindra menilai belum ada prestasi Tito di bidang cyber crime, masifnya peredaran narkotika, human trafficking dan kejahatan seksual yang belum tertangani.
Syafii menduga ada alasan politis di balik penunjukan Tito sebagai Kapolri. Dia menduga ada keterkaitan antara melejitnya karir Tito dengan kemenangan Presiden Joko Widodo di Papua saat pemilihan presiden pada 2014 lalu. Ketika itu Tito menjadi Kapolda Papua.
"Itu ya di Papua itu contohnya. Makanya dia cepat lompat (karirnya)," cetus Syafii. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved