Pengamat : Pilihan Jalur tidak Pengaruhi Elektabilitas Ahok

Christian Dior Simbolon
15/6/2016 23:26
Pengamat : Pilihan Jalur tidak Pengaruhi Elektabilitas Ahok
(MI/MOHAMAD IRFAN)

PILIHAN jalur politik yang bakal digunakan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja (Ahok) untuk kembali menempati kursi DKI 1 hanya akan memengaruhi citra Ahok sebagai seorang pendobrak. Elektabilitas dan peluang menang Ahok tetap besar kendati beralih memilih jalur parpol dalam perhelatan Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI mendatang.

"Ahok tetap menjadi besar pilihan apa pun yang dia gunakan. Hitam putihnya Ahok itu diaplikasikan lewat kinerja dan kemampuannya menangani birokrasi. Yang terpengaruh hanya citranya saja sebagai pendobrak dan orang yang mampu menggebrak tatanan politik di Indonesia," ujar pengamat politik Charta Politika Yunarto Wijaya saat dihubungi di Jakarta, Rabu (15/6) malam.

Menurut Yunarto, baik jalur independen maupun jalur partai politik memiliki plus minus. Meskipun lebih berat, lewat jalur independen, Ahok bisa lebih mendekatkan diri dengan konstituennya di Jakarta. Adapun lewat jalur parpol, Ahok bisa lebih mudah menjalani proses politik Pilkada.

"Biar bagaimana pun Teman Ahok tidak punya kekuatan struktur politik dan kemampuan menggerakkan massa seperti parpol hingga ke ranting terbawah," jelas Yunarto.

Seperti diberitakan sebelumnya, beberapa politikus PDI-Perjuangan 'merayu' Ahok dengan sejumlah pernyataan agar Ahok mau memakai kendaraan parpol dalam pertarungan Pilgub 2017. Menurut Yunarto, hal ini bukan berarti PDI-P tidak memiliki calon kandidat gubernur yang dapat diusung untuk menandingi Ahok.

"Ini hanya dinamika politik di tubuh PDI-P saja. Kalau kita lihat tidak semua kader PDI-P pernyataannya seragam," tandasnya. (Deo/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya