Gerindra: Pencalonan Tito Bermasalah bagi Senior

Arif Hulwan
15/6/2016 18:59
Gerindra: Pencalonan Tito Bermasalah bagi Senior
(polri.go.id)

ANGGOTA Fraksi Partai Gerindra Muhammad Syafi'i menyebut bahwa pengusulan nama Tito Karnavian sebagai calon Kapolri pilihan Presiden Joko Widodo bakal bermasalah dalam hal penerimaan dari para seniornya. Usia dan angkatannya yang dinilai masih terlalu muda jadi masalahnya.

Menurut dia, persoalan senioritas yang didasarkan pada penghormatan lichting atau angkatan ini sudah jadi tradisi di Polri. Bahkan sering kali, persoalan angkatan ini bisa jadi pembuka diselesaikannya persoalan internal kepolisian tanpa buru-buru masuk ranah hukum.

"Paling tidak empat lichting jumping. Itu enggak biasa di etika pengangkatan (jabatan) kepolisian. Kalau laporan, atau apa pun, nantinya kurang ditanggapi. Penghormatan lichting ini tinggi. Saya khawatir nantinya jadi persoalan di internal," ujar dia di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (15/6).

Syafi'i pun mengaku tidak heran dengan disodorkannya nama Tito sebagai calon Tri Brata I. Pada Pemilu Presiden 2014, Jokowi menang mutlak di Papua (72,49% dari total suara sah, dari Prabowo-Hatta yang meraih 27,51%). Saat itu Kapolda Papua dijabat Tito.

"Ini prestasi hebat Tito. Secara politik aliran (karier)-nya ya bisa diduga," sindirnya.

Ditambahkannya, Jokowi sebelumnya sudah mengajukan nama Komjen Budi Gunawan, sebelum pencalonan Jenderal Badrodin Haiti, sebagai Kapolri ke DPR. Budi kemudian sudah menjalani tes kepatutan dan kelayakan. Komisi III DPR pun sudah menyatakannya lolos. Hanya saja, kasus di KPK membuatnya terlempar walaupun kasusnya kemudian mangkrak.

"Sekarang kan Budi masih Wakil Kapolri. (Hasil) fit and proper test belum berubah. Ini-ini juga orang (Komisi III)-nya yang menguji. Seolah ada ketidakpercayaan Jokowi ke Budi. Padahal enggak macam-macam juga. Namun bukan berarti kita menolak Tito," jelas Syafi'i.

Fraksi Gerindra, lanjutnya, baru akan melakukan rapat setelah Komisi III DPR melakukan rapat pleno membahas pencalonan ini.

Tito ialah jenderal bintang tiga paling muda di Polri. Ia lulusan Akademi Polisi angkatan 1987. Yang paling senior saat ini, di luar Badrodin Haiti yang pensiun pada Juli, ialah Dwi Prayitno, Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri, 56, lulusan Akademi Polisi angkatan 1982. (Kim/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya