Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
SEKRETARIS Mahkamah Agung Nurhadi Abdurrachman kembali menghadap ke penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) setelah sempat mangkir. Dia akan diperiksa dalam kasus dugaan suap terkait pengajuan peninjauan kembali di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
"Dia akan dimintai keterangan sebagai saksi untuk tersangka DAS (Doddy Aryanto Supeno)," kata Pelaksana Harian Kepala Biro Humas KPK Yuyuk Andriati di kantornya, Rabu (15/6).
Suami Tin Zuraida itu diketahui tiba di Gedung KPK sekitar pukul 09.53 WIB dengan ditemani seorang pengawal. Namun, dia enggan memberikan keterangan terkait pemeriksaannya kepada wartawan.
Pada Jumat (10/6), Nurhadi sempat dipanggil KPK. Namun, dia tidak memenuhi panggilan dan mengirimkan surat pemberitahuan ke Lembaga Antikorupsi melalui seorang stafnya.
Selain Nurhadi, KPK juga memanggil beberapa saksi lain. Mereka adalah Stefanus Slamet Wibowo, direktur utama PT Kobo Media Spirit, dan Paul Felix Montolalu, swasta.
"Mereka juga akan jadi saksi untuk DAS," tambah Yuyuk.
Belakangan ini, Nurhadi memang sedang jadi perhatian. Dia beberapa kali diperiksa KPK dalam perkara suap di lingkungan PN Jakpus ini. Istri Nurhadi, Tin, pun sudah diperiksa pada 1 Juni lalu.
Sementara, kasus suap pengurusan perkara ini terungkap dari operasi tangkap tangan 20 April lalu. KPK menangkap panitera/Sekretaris Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Edy Nasution dan Direktur PT Kreasi Dunia Keluarga Doddy Aryanto Supeno.
Saat ditangkap, Edy diduga telah menerima uang sebesar Rp50 juta dari Doddy. Namun sebelumnya, dia diduga menerima Rp100 juta dari Doddy.
Usai penangkapan itu, KPK bergerak cepat mengembangkan perkara. Mereka menggeledah sejumlah tempat, termasuk kantor dan rumah Nurhadi.
Lembaga Antikorupsi itu menemukan dan menyita uang dalam bentuk beberapa mata uang asing senilai Rp1,7 miliar. Wakil Ketua KPK Laode Muhamad Syarif menyebut, uang tersebut diduga terkait suatu perkara.
KPK tengah menelusuri keterkaitan uang tersebut dengan kasus suap ini. Tidak tertutup kemungkinan ada keterkaitan secara tidak langsung antara Edy dan Nurhadi.
Dalam penelusuran, KPK juga memanggil Royani, supir Nurhadi. Namun, dia tidak pernah memenuhi panggilan penyidik hingga cegah untuk bepergian ke luar negeri selama enam bulan sejak 4 Mei 2016.
Royani menghilang setelah KPK mengungkap kasus suap ini. KPK sampai saat ini masih terus mencari tahu keberadaan Royani yang diduga bisa mengungkap keterkaitan Nurhadi dalam perkara ini.
KPK juga memburu empat polisi yang jadi ajudan Nurhadi. Anggota Korps Bhayangkara tersebut adalah Brigadir Polisi Ari Kuswanto, Brigadir Polisi Dwianto Budiawan, Brigadir Polisi Fauzi Hadi Nugroho, dan Ipda Andi Yulianto.
Mereka beberapa kali dipanggil, namun selalu mangkir. Rupanya, mereka sedang ditugaskan ke Poso masuk dalam Satgas Operasi Tinombala untuk menangkap kelompok teroris Mujahiddin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Santoso. (MTVN/OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved