Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYEBAB kecelakaan pesawat Hercules C-130 milik TNI-AU di Medan, Sumatra Utara, Selasa (30/6), masih dalam investigasi. Ada kemungkinan pesawat angkut militer yang membawa 122 orang termasuk kru tersebut bermasalah pada mesin akibat masalah suku cadang.
Sumber Media Indonesia di TNI-AU mengatakan spare part palsu selama ini beredar pada pengadaan suku cadang pesawat, tak terkecuali jenis Hercules. Dalam tragedi di Medan, pesawat buatan 1964 yang dipiloti Kapten (Pnb) Sandy Permana itu jatuh saat hendak kembali ke Lanud Soewondo, Medan, hanya 2 menit setelah lepas landas.
"Itu kemungkinan besar ada masalah di engine (mesin), tidak menutup kemungkinan ada masalah di suku cadangnya," ucap sumber yang enggan disebut namanya tersebut.
Menurutnya, ada perusahaan rekanan TNI-AU yang menyuplai suku cadang pesawat rekondisi. Dengan bekerja sama dengan oknum TNI-AU, mereka memoles suku cadang yang tak laik lagi digunakan. "Direkondisi, diperbarui dengan menyertakan dokumen yang dipalsukan.
''Dokumen yang dipalsukan itu antara lain COC (certificate of confirm), ARC (authorized release confirm), serta CoO (cerfificate of origin) yang dikeluarkan pabrik suku cadang yang sudah mendapat izin dari otoritas terkait. "Jadi seperti baru lagi karena ada sertifikasinya," tuturnya.
Awal Maret silam, Media Indonesia menemui sindikat penjual onderdil pesawat palsu di Bandung, Jabar. Ia sempat menunjukkan puluhan suku cadang palsu, salah satunya komponen pesawat Hercules C-130, yakni indicator altimeter avionic.
"Kalau ada yang pesan, saya bisa carikan barang," ucap In, 36, sindikat itu.
"Kalau barang rekondisi, kita cat ulang seperti baru. Lalu kita kasih dokumen-dokumen yang dipalsukan itu. Barang yang kita jual ke rekanan paling ratusan juta rupiah, tetapi saat pengadaan, mereka (rekanan) jual hingga miliaran," imbuhnya. Ia juga mengaku bekerja sama dengan oknum di PT Dirgantara Indonesia untuk mendapatkan barang tersebut.
Pengamat militer, Al Araf, mengatakan jatuhnya Hercules di Medan harus diinvestigasi dengan amat serius, termasuk kemungkinan penggunaan suku cadang palsu. Insiden itu juga mesti dijadikan momentum untuk memodernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista). "Jangan lagi ada skandal pembelian suku cadang, apalagi yang rekondisi. Harus dibangun secara akuntabel dengan memberikan ruang untuk KPK dan BPK terlibat pengadaan alutsista," tegasnya.
Rombak manajemen
Presiden Joko Widodo meminta dilakukan perombakan manajemen alutsista di TNI. Ia juga mengamanatkan zero accident dalam penggunaan alutsista. "Untuk itu, penting kiranya prajurit TNI yang mengoperasikan pesawat tempur, pesawat angkut, kapal perang, helikopter, hingga kapal selam benar-benar dalam kondisi kesiapan operasional tinggi.
''Pemerintah telah membentuk tim investigasi untuk mengungkap insiden di Medan. "Kami menduga salah satu mesin (pesawat) sebelah kanan mengalami gangguan. Masih dalam proses penyidikan," ujar KSAU Marsekal Agus Supriatna.
Namun, ia enggan berkomentar terkait dugaan pengadaan suku cadang palsu terhadap pesawat Hercules C-130 tersebut. "Saya masih sibuk mengurusi jenazah ke rumah sakit, mengurusi keluarga korban.''Kadispen TNI-AU Marsma Dwi Badarmanto juga belum bisa memastikan penyebab tragedi tersebut. "Kalau pilot minta kembali ke pangkalan setelah take off, berarti ada masalah.'' (Tim/X-9)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved