Sutiyoso Jawab Keraguan Publik

Astri Novaria
01/7/2015 00:00
Sutiyoso Jawab Keraguan Publik
(MI/SUSANTO)
SELURUH fraksi di Komisi I DPR sepakat menerima dan mendukung Letjen TNI (Purn) Sutiyoso sebagai Kepala Badan Intelijen Negara (BIN).

"Sepuluh fraksi sudah memberikan pendapatnya setelah kami mendengarkan visi, misi, dan program Pak Sutiyoso serta melakukan pendalaman," kata Ketua Komisi I Mahfudz Siddiq seusai rapat pleno Komisi I di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, kemarin.

Persetujuan diberikan setelah Komisi I memberikan kesempatan kepada pria yang akrab disapa Bang Yos itu untuk menjawab keraguan publik melalui pemaparan visi dan misinya di depan Komisi I dalam uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test).

"Kami memberikan kesempatan kepada Pak Sutiyoso menjawab keraguan publik mengenai kemampuannya di bidang intelijen, dan apa visinya tentang intelijen kita ke depan," kata Mahfudz.

Dalam menjawab hal itu, Sutiyoso antara lain menilai ancaman terhadap keutuhan NKRI ke depan akan semakin kompleks dan asimetris. "Sumber ancaman yang dihadapi akan semakin berat sehingga perlu dibentuk BIN yang tangguh guna menghadapi berbagai ancaman.

"Lebih lanjut, ia menjelaskan tantangan dan ancaman yang dihadapi negara-negara di dunia, termasuk Indonesia, ialah ancaman melalui intelijen, siber, dan ekonomi. "Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin canggih dan politik pertahanan dunia yang semakin kompleks semakin banyak diwarnai perang proxy," paparnya.

Sutiyoso juga menjelaskan pertumbuhan penduduk dan perkembangan ekonomi dunia yang semakin maju kian meningkatkan persaingan antarnegara untuk mempertahankan sumber energi dan kekuatan ekonomi.

Di antara negara-negara di dunia, kata dia, juga terjadi perebutan penguasaan teknologi sehingga negara-negara semakin sering melakukan pencurian ataupun mempertahankan teknologinya.

Indonesia pun, kata dia, menghadapi tantangan dan ancaman tersebut, termasuk persoalan imigran ilegal dan perbatasan dengan negara tetangga.

Setelah mendengarkan paparan Bang Yos, Komisi I memutuskan menerima mantan Gubernur DKI Jakarta itu untuk ditetapkan oleh Presiden sebagai Kepala BIN menggantikan Marsiano Norman.

Selanjutnya, kata Mahfduz, hasil fit and proper test itu akan disampaikan dalam rapat paripurna pada 3 Juli 2015, dan selanjutnya pimpinan DPR menyampaikan hasil pertimbangan DPR tersebut kepada Presiden Joko Widodo.

Catatan
Secara keseluruhan, jelas Mahfudz, Fraksi Hanura mendukung, NasDem mendukung dengan catatan agar Sutiyoso membangun komunikasi dan koordinasi dengan DPR. PPP mendukung dengan catatan bahwa Kepala BIN harus berani memberikan masukan kepada Presiden.

Selain itu, PKS menerima dengan catatan. PKB dan PAN menerima, Demokrat setuju dengan catatan, Gerindra menerima, Golkar menerima dengan catatan, dan PDIP secara bulat menerima dan mendukung, tetapi mengingatkan agar BIN tunduk pada kepentingan negara, bukan kelompok. (P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya