Presiden Jangan Pilih Kapolri Partisan

Erandhi Hutomo Saputra
12/6/2016 21:11
Presiden Jangan Pilih Kapolri Partisan
(MI/RAMDANI)

MANTAN Ketua Umum PP Muhammadiyah Buya Syafii Maarif meminta Presiden Joko Widodo untuk tegas memilih calon Kapolri yang tidak condong ke kepentingan politik partai tertentu. Kapolri yang dipilih harus mementingkan kepentingan bangsa dan negara, serta loyal kepada Presiden.

"Nanti ini kalau (Kapolri) jadi rebutan parpol-parpol, itu yang saya tidak suka. Kapolri itu semestinya mementingkan bangsa dan negara, loyal kepada Presiden. Kapolri tidak boleh jadi partisan," ujar Buya disela-sela acara penghargaan Maarif Institute di Komplek Media Grup Jakarta, Minggu (12/6).

Dalam memilih Kapolri, Buya meminta Presiden harus melihat rekam jejak, integritas, dan komitmen untuk mementingkan tugas kepada negara. "Sebab kalau tidak repot, (isu) rekening gendut lah, berkelahi dengan KPK lah, menghabiskan energi," tandasnya.

Terkait opsi perpanjangan jabatan Jenderal Badrodin Haiti atau memilih Kapolri baru sesuai yang disodorkan Kompolnas, menurut Buya hal itu tergantung keputusan Presiden Jokowi. Terpenting, kata dia, Presiden Jokowi harus tegas dengan keputusan yang diambilnya agar tidak menimbulkan gesekan, khususnya di internal Polri.

"Semua keputusan pasti ada resiko, tidak bisa tidak, seorang pemimpin harus berani mengambil resiko, apapun itu," pungkasnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya