Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Pindad (Persero) berniat melebarkan sayapnya ke kawasan Timur Tengah. Setidaknya, dua negara di Timur Tengah tertarik bekerja sama dengan Pindad untuk memproduksi berbagai jenis senjata dan kendaraan tempur. Selain membangun pabrik, Pindad juga bakal mengekspor senjata dan amunisi.
"Ada dua (negara) yang berminat. Kami akan pilih satu. Tahun ini kami ambil keputusan. Kami buat pabrik di sana (negara yang dipilih). Mereka investasi terus kita kasih license," ujar Direktur Utama PT Pindad Silmy Karim di Gedung Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI, Jakarta, Kamis (9/6).
Menurut Silmy, bentuk kerja sama terutama akan berkutat di seputar pembuatan senjata dan amunisi fiber besar. Untuk tahap pertama, ia memperkirakan nilai kontraknya bakal mencapai US$30 juta.
"Namun, itu nanti tergantung permintaan. Yang jelas kerja samanya nanti amunisi fiber besar dan senjata, selain juga kendaraan tempur," ujarnya.
Alat utama sistem pertahanan (alutsista) buatan Pindad, lanjut Silmy, kini mulai menguasai pasar Asia Tenggara. Sejumlah negara, semisal Singapura, Thailand, Vietnam, Filipina, dan Laos telah menggunakan berbagai varian senjata buatan Pindad. Pistol G2 Combat buatan Pindad bahkan mampu mengantarkan tim menembak Laos memenangi kejuaraan menembak se-ASEAN (AARM ASEAN).
"Beberapa negara sedang dalam proses pengiriman, tapi, Laos sudah kami delivery. Pasukan Laos yang mengikuti kejuaraan menembak di tingkat ASEAN bahkan menjadi juara mengggunakan pistol G2 Combat buatan kami. Ini berarti produk kita benar-benar berkualitas," ujarnya.
Pistol G2 Combat merupakan salah satu produk idola militer di negara-negara Asia Tenggara. Selain digunakan militer Laos, G2 Combat juga digunakan militer Filipina dan Vietnam. TNI dan Polri juga merupakan salah satu pengguna senjata berkaliber 9 mm tersebut.
Tahun ini, Silmy menambahkan, perseroan juga akan memproduksi 18 ribu pucuk pistol yang untuk memasok kebutuhan TNI dan Polri. "Jenisnya G2 Elite maupun G2 Combat. Kita akan selesaikan hingga akhir tahun nanti," tandasnya. (Deo/OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved