Jokowi Minta PNS Beradaptasi dengan Tantangan Global

Rudy Polycarpus
09/6/2016 19:14
Jokowi Minta PNS Beradaptasi dengan Tantangan Global
(ANTARA FOTO/Siswowidodo)

PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) meminta seluruh aparatur sipil negara (ASN) sebagai ujung tombak birokrasi mampu beradaptasi dengan tantangan global. Tantangan global itu menuntut gerak cepat, penuh kompetisi, efesien, serta kualitas kinerja demi meningkatkan pelayanan kepasa publik.

Demikian disampaikan Ketua Umum Korpri Zudan Arif Fakrulloh seusai bertemu Presiden di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (9/6).

Presiden didampingi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-Rebiro) Yuddy Chrisnandi ketika menerima Dewan Pengurus Nasional Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) periode 2015-2020, di antaranya Ketua Umum Zudan Arif, Ketua I Reydonnyzar Moenek, Deputi Perlindungan dan Bantuan Hukum Mualimin Abdi.

"Saat ini terjadi persaingan yang ketat antara ASN sendiri maupun persaingan ASN dengan dunia luar. Presiden menekankan kembali seluruh ASN itu membangun motivasi internal, motivasi dirinya dibangkitkan untuk bekerja dengan baik, lebih disiplin bekerja, lebih keras mengeluarkan semua Energi yang dimiliki," katanya.

Zudan juga mengatakan, Presiden Jokowi akan memberikan pengarahan kepada seluruh pengurus Korpri di 514 kabupaten dan 34 provinsi sehabis Lebaran 2016 ini.

"Akan mendapatkan pengarahan dari Bapak Presiden agar dalam melaksanakan tugas-tugas pemerintahan bisa dilakukan secara lebih tepat, lebih bagus, lebih cepat terutama untuk peningkatan kualitas pelayanan publik," kata Zudan.

Terkait rasionalisasi PNS, Zudan meminta para PNS tidak perlu risau dan bekerja dengan baik. Pasalnya, kepala negara sudah menegaskan, yang terjadi ialah rasionalisasi alamiah melalui pertumbuhan negatif. Dengan demikian, jelasnya, dalam 4-5 tahun, beban anggaran pemerintah akan berkurang seiring dengan rasionalisasi alamiah.

"Misalnya yang pensiun 100.000 PNS, maka pengangkatan baru cukup 40.000 atau tidak lebih dari 50%-nya. Jadi, ini yang disebut dengan negative growth. Sehingga secara alamiah PNS kita akan berkurang," tandasnya.

Mengenai jumlah ideal PNS yang dibutuhkan, Zudan menjelaskan saat ini sedang dilakukan dilakukan pemetaan kebutuhan ASN. Saat ini jumlah PNS mencapai 4.4 juta orang.

Zudan mengingatkan, dalam pelayanan publik bukan manusia saja yang harus dilayani oleh ASN. Karena itu, ia menilai struktur penduduk bukan-satu-satunya tolok ukur karena ada luas wilayah. Artinya, harus dipertimbangkan juga tingkat kesulitan geografis misalnya hutan, laut, ataupun sungai yang harus dirawat.

Apa pun keputusannya, katanya, Presiden berjanji akan melibatkan Korpri dalam rangka menyusun dan merumuskan dalam rangka penataan, peningkatan kesejahteraan serta manajemen PNS.

"Nah, saat ini pemerintah sedang melakukan penataan secara sangat serius berapa jumlah yang dibutuhkan itu,” pungkasnya. (Pol/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya