Koalisi Besar Bisa Jadi Bumerang

Deo/P-4
07/6/2016 07:10
Koalisi Besar Bisa Jadi Bumerang
(ANTARA/Reno Esnir)

MEMBENTUK koalisi besar bukan jaminan bagi partai politik memenangi Pilkada DKI Jakarta pada 2017.

Keberadaan sebuah koalisi besar diyakini akan menguntungkan petahana Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama atau yang akrab disapa Ahok.

Menurut Direktur Eksekutif Polcomm Institute Heri Budianto, simpati publik kepada Ahok justru akan meningkat jika Ahok berhadapan dengan sebuah kekuatan politik besar.

Parpol seharusnya membagi kekuatan dan menghasilkan dua pasangan calon lain jika ingin menghadirkan pertempuran sengit di pilkada DKI Jakarta mendatang.

"Jangan head to head atau berhadapan langsung dengan Ahok. Kalau partai-partai cerdas, jangan hanya hasilkan satu pasangan calon untuk satu putaran. Minimal dua putaran agar suara bisa terpecah. Satu putaran justru menguntungkan Ahok karena dia seperti dikeroyok parpol. Simpati publik naik," kata Heri saat dihubungi di Jakarta, kemarin.

Koalisi di pilkada, menurut Heri, hanya sekadar tahapan yang harus dilalui parpol untuk mengusung pasangan calon.

Terlepas dari itu, ketokohan pasangan calon yang diusung tetap menjadi kunci untuk memenangi kontestasi.

Hingga kini, parpol-parpol pun masih kesulitan menetapkan pasangan calon yang bakal diusung.

Sementara itu, Wakil Ketua Badan Pemenangan Pemilu PDIP DKI Gembong Warsono mengatakan PDIP ingin membuat koalisi gemuk untuk mengalahkan Ahok.

Salah satu partai yang akan diajak berkomunikasi politik ialah Partai Golkar.

Pertemuan akan dilakukan dalam waktu dekat.

"Kemarin, empat partai sudah berkomunikasi, yaitu PKS, PAN, Gerindra, dan PKB. Minggu ini rencananya Golkar dan Demokrat," ujar Gembong seperti dilaporkan Metrotvnews.com, kemarin.

Ia pun menegaskan PDIP tidak terganggu dengan kabar Golkar yang akan memberikan dukungan untuk Ahok.

Komunikasi politik sah saja dilakukan selama Golkar belum deklarasi secara resmi.

Ahok menegaskan akan maju lewat jalur indepdenden berpasangan dengan Heru Budi Hartono.

Sementara itu, dua partai menyatakan mendukung Ahok meskipun lewat jalur independen, yakni Partai NasDem dan Hanura.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya