PRESIDEN Joko Widodo mengingatkan semua pihak agar tidak mengganggu kinerja Kabinet Kerja dengan melemparkan isu perombakan (reshuffle) kabinet. "Jangan ya, jangan ganggu menteri yang sedang bekerja, jangan buat isu lagi.
Jangan ganggu menteri yang baru bekerja, jangan buat gaduh," kata Presiden seusai buka puasa bersama para tokoh politik, di rumah dinas Ketua DPR, Setya Novanto, di Jakarta, kemarin. Namun, Presiden tidak menjawab secara tegas saat ditanya mengenai ada tidaknya perombakan kabinet dalam waktu dekat. Jokowi cuma menyatakan, rencana reshuffle itu hanya dirinya yang tahu.
"Jangan buat gaduh. Tanya rapor mengenai menteri, hanya Presiden yang tahu," cetus Presiden yang didampingi Wapres Jusuf Kalla.
Wapres pernah mengatakan reshuffle kabinet akan berlangsung setelah Lebaran tahun ini. Ketia ditanya soal itu, Jokowi hanya berseloroh, "Setelah Lebaran kita bermaaf-maafan.
"Sebelumnya, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani, menyatakan tidak hanya anggota koalisi pendukung pemerintah, partai di luar koalisi pun bisa memberi masukan soal perombakan kabinet. Namun, itu tak lebih dari memberi saran dan kritik untuk dipertimbangkan lebih lanjut oleh Presiden.
"Pihak mana saja bisa. Bukan berarti intervensi. Kalau memang diperlukan, masukan dari siapa saja. Anggap saja silaturahim. Namun, kan itu kemudian putusannya prerogatif presiden," jelas Puan.
Ketua nonaktif DPP PDIP itu pun mengisyaratkan kabinet kerja saat ini mestinya belum perlu perombakan. Waktu delapan bulan bekerja masih dipandang sebagai masa adaptasi. Bila ada yang belum maksimal bukan berarti kinerjanya buruk.
Ketua Umum PPP versi Muktamar Surabaya, Romahurmuziy, mengungkapkan reshuffle akan dirumuskan pekan ini. Hal itu sudah disepakati partai koalisi untuk perbaikan kinerja eksekutif. Sementara itu, pengamat politik dari Populi Center Nico Harjanto mengatakan reshuffle menjadi pelajaran penting, terutama untuk partai politik.