Kepengurusan Novanto tidak Tampung Syahrul Yasin Limpo

Antara
30/5/2016 23:07
Kepengurusan Novanto tidak Tampung Syahrul Yasin Limpo
(ANTARA FOTO/Teresia May)

KETUA Umum Partai Golongan Karya (Golkar) terpilih Setya Novanto akhirnya mengumumkan nama pengurusnya untuk membantu kepemimpinannya di partai berlambang beringin itu, Namun, satu mantan Calon Ketua Umum (Caketum) pada Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) di Bali lalu, Syahrul Yasin Limpo, ternyata tidak dimasukkan daftar seperti janji Novanto kepada para pesaingnya.

"Ini bukan persoalan diakomodasi atau tidak, tetapi pada persoalan kebutuhan struktur partai. Syahrul kan masih menjabat Ketua DPD Golkar Sulsel, jadi tidak mungkin rangkap jabatan," ucap Ketua Harian DPP Golkar Nurdin Halid di Jakarta, Senin (30/5).

Menurut dia, tidak ada sama sekali tendensius politik kepada Syahrul, hanya saja keputusan ketua umum sudah dipertimbangkan baik dan buruknya bagi organisasi partai. Sebelumnya, Syahrul menjabat Ketua Bidang Desentralisasi dan Otonomi pada masa kepemimpinan Aburizal Bakrie, tetapi jabatan tersebut kini dipegang Aziz Syamsuddin yang juga mantan caketum Golkar.

"Pak Syahrul masih memegang jabatan struktural yang tidak kalah pentingnya di tingkat DPD sehingga pertimbangan itu yang dianut," tegas Nurdin lagi.

Syahrul menjadi satu-satunya dari delapan Caketum Golkar pada Munaslub yang ditampung dalam kepengurusan Novanto. Sementara mantan Caketum lainnya yakni Ade Komarudin menjadi Wakil Ketua Pembina, Priyo Budi Santoso sebagai anggota Dewan Pembina, Airlangga Hartarto sebagai Koordinator Bidang Ekonomi.

Selanjutnya, Mahyudin menjabat Wakil Ketua Dewan Pakar dan Indra Bambang Utoyo ditunjuk sebagai Kepala Bidang Pertahanan dan Keamanan Golkar.

Secara terpisah, pengamat politik dari Universitas Hasanuddin Adi Suryadi Culla megemukakan penentuan kepengurusan tersebut dinilai adanya dugaan kepentingan elite politik Golkar.

"Dikhawatirkan ada pola politisasi bermain, tetap saya tidak ingin berspekulasi tentang ini meski Pak Syahrul juga kader potesial dimiliki Partai Golkar," ujarnya.

Menurut dia, seluruh mantan Caketum Golkar diakomodasi kecuali Syahrul Yasin Limpo tidak masuk jajaran pengurus. Meski demikian, lanjut dia, penentuan tersebut tentu telah dipertimbangkan.

"Tentu hal ini mesti dipikirkan secara rasional mengapa itu bisa terjadi, tetapi kembali lagi bahwa itu semua sudah diputuskan," tambahnya.

Sebelumnya, Syahrul menyatakan dirinya tidak gila jabatan apalagi mau mengejar jabatan. Meski 'tidak diakui' kepengurusan DPP sekarang, ia menegaskan tetap akan memberikan konttribusi pemikiran bagi partai. (Ant/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya