Kapolri Harus Terbebas Dari Pengaruh Parpol

Agus Utantoro
24/5/2016 16:25
Kapolri Harus Terbebas Dari Pengaruh Parpol
(MI/RAMDANI)

JABATAN Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) harus diisi orang yang terbebas dari pengaruh partai politik. Kapolri harus mampu merealisasikan fungsi sebagai pelayan masyarakat, tanpa dipengaruhi urusan politik.

Hal itu diungkapkan Ahmad Syafii Maarif pada Konvensi Nasional Indonesia Berkemajuan (KNIB) bertajuk "Jalan Perubahan Membangun Daya Saing Bangsa" di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Senin (23/5). "Hal itu sudah saya sampaikan langsung kepada pak Badrodin Haiti melalui SMS," kata Syafii.

Menurut dia, Kapolri memiliki posisi yang sangat penting dan strategis dalam penentuan kebijakan penegakan hukum. Apalagi, secara struktural posisi Kapolri langsung bertanggung jawab kepada Presiden. Biasanya, imbuhnya, polisi ada di bawah Kementerian, tapi di Indonesia langsung di bawah Presiden.

Sebab itu, ia mengatakan mengingat posisi yang sangat strategis tersebut, Kapolri beserta jajarannya seyogianya harus tetap menjaga independensi dan terbebas dari kepentingan politik. Dengan demikian, ujarnya lagi ke depan kalau dia masih ditentukan parpol maka fungsi sebagai pelayan masyarakat dan penegak hukum masih sulit. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya