Advokat Dominasi Pendaftaran Capim KPK

MI
20/6/2015 00:00
Advokat Dominasi Pendaftaran Capim KPK
Anggota Panitia Seleksi Calon Pimpinan KPK 2015-2019 Natalia Subagjo berbicara saat diskusi Mencari Sosok Pimpinan KPK, di Pontianak, Kalimantan Barat (19/6)(Antara/Jessica Wuysang)
PANITIA Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi mengungkapkan bahwa advokat mendominasi pendaftaran calon pimpinan KPK. Hingga kemarin, sudah 182 orang yang mendaftarkan diri. Dari jumlah tersebut, hanya ada 11 perempuan.

Bila dilihat dari latar belakang pendaftar, advokat sebanyak 32%, PNS 26%, dan dosen serta aktivis 16%. "Selebihnya dari wiraswasta, head of legal, dan auditor," ujar juru bicara Pansel Capim KPK, Betti Alisjahbana, kemarin.

Ia juga menjelaskan mayoritas pendaftar berusia 45-60 tahun (76%). Kemudian, mayo-ritas berpendidikan S-2 dan S-3 (55%).

Betti mengatakan pansel bekerja sama dengan masyarakat antikorupsi melakukan roadshow ke sejumlah kota seperti Medan, Yogyakarta, dan Padang. "Acara itu diisi dengan dialog publik untuk mencari sosok ideal pimpinan KPK dari setiap kota. Dalam kesempatan itu, pansel bertemu dengan para akademisi, aktivis antikorupsi, dan tokoh masyarakat," jelas Betti.

Secara umum, kata dia, roadshow disambut antusias oleh para peserta dan media di daerah. "Beberapa tokoh daerah menyatakan akan ikut dalam seleksi capim KPK," ucap Betti.

Selain itu, lanjutnya, pansel juga telah bertemu dengan Jaksa Agung dan Kepala BIN. Kedua institusi itu pun memberikan dukungan dalam hal penelusuran rekam jejak calon.

Ia yakin pansel mampu menyodorkan delapan capim KPK yang ideal karena didukung oleh kualitas, integritas, dan kompetensi yang mumpuni. "Kami yakin dengan segala kerja keras, pansel bisa dapatkan capim yang mampu mengoptimalkan peran KPK di masa depan," cetusnya.

Sementara itu, Koordinator Divisi Monitoring Hukum dan Peradilan ICW Emerson Yuntho menilai tantangan pansel bukan hanya mewujudkan nama pimpinan KPK, melainkan juga turut mempertahankan wewenang pemberantasan korupsi agar tidak dipereteli pihak tertentu.

"Untuk itu, sembilan srikandi Pansel KPK harus kuat menghadapi badai serangan dari segala penjuru."  (Cah/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya