Reformasi Belum Tuntas

Cahya Mulyana
20/5/2016 22:13
Reformasi Belum Tuntas
(MI/ARYA MANGGALA)

REFORMASI sudah berusia 18 tahun namun banyak cita-cita yang diperjuangkan tak kunjung terwujud. Hal itu seperti kebebasan berekspresi masih belum tunai, pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) masih berlanjut dan tak dituntaskan, serta pelayanan publik juga korupsi masih menjadi pekerjaan rumah yang lamban terpenuhi.

"18 tahun sudah reformasi, namun dalam situasi tertentu kebebasan berekspresi belum membaik," terang Direktur Eksekutif Institute for Criminal Justice Reform, (ICJR) Supriyadi Widodo Eddyono, pada diskusi bertajuk Quo Vadis 18 tahun Reformasi di Jakarta, Jumat (20/5).

Menurutnya, kebebasan berekspresi yang masuk dalam tuntutan reformasi masih belum tunai. Pada tahun 2015 saja sudah 40 kasus dari ekspresi yang sah. Itu belum lagi pelarangan peredaran buku, sensor film, dan pembatasan atas pendapat. "Sistem hukum masih represif, banyak ekspresi yang ditekan," tegasnya.

Menurut Wakil Koordinator bidang Advokasi Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Yati Andriyani mengungkapkan pascareformasi yang seharusnya menjadi ajang penegakan hukum dan hak asasi manusia tidak berjalan semestinya. Itu tercermin dari pelanggaran hak asasi yang macet dan tidak tuntas padahal itu tuntutan reformasi.

"18 tahun reformasi juga masih menyiratkan kondisi penegakan ham dan berat mengalami kemacetan. Padahal, korban masih menunggu penuntasan kasusnya di samping itu pelanggaran masih terjadi," ujarnya.

Ia mengatakan, penegakan hukum masih lemah. Tak hanya itu, pelanggaran hak asasi pun masih trjadi seperti kasus di Poso dan Sampit. "Reformasi dan cita-citanya pun macet," katanya.

Pada kesempatan sama, Koordinator Indonesian Corruption Watch (ICW), Adnan Topan Husodo, mengatakan tak hanya kedua masalah itu yang masih mengganjal harapan dan semangat reformasi 1988. Permaslahan lain seperti semagat pemberantasan korupsi untuk negara bersih belum signifikan terlaksana.

"Korupsi membuat negara semakin terpuruk. Dari tahun ke tahun tidak ada perkembangan yang signifikan," sesalnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya