KPK Diminta Usut BLBI

Cahya Mulyana
20/5/2016 19:07
KPK Diminta Usut BLBI
(MI/M IRFAN)

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta usut tutas tindak pidana korupsi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). Pasalnya, kasus belum tuntas dan membebani uang rakyat.

"(Lambannya penuntasan BLBI) karena upaya pemberantasan korupsi tumpul ke atas tapi tajam ke bawah," tegas Rahmawati Soekarnoputri saat mendatangani Gedung KPK, Jumat (20/5).

Menurutnya, korupsi BLBI sejak era Presiden Megawati Soekarnoputri lama tidak tertuntaskan. Selama itu, negara terbebai bunga dari kerugian BLBI yang setiap tahun negara harus merogoh dari APBN Rp60 triliun.

"Cukup lama tetapi tidak tersentuh oleh lembaga (penegak hukum) seperti KPK yaitu masalah BLBI. Karena itu persoalan akunulatif, negara rugi Rp700 triliun dan.setiap tahun negara bayar Rp60 triliun itu dari pajak, uang dari rakyat," terangnya.

Sementara itu, Sekjen Gerakan Hidupkan Masyarakat Sejahtera (HMS) Hardjuno Wiwoho meminta KPK usut tuntasn BLBI dan menghentikan penggunaan uang pajak rakyat untuk membayar subsidi bunga obligasinya. "Gerakkan HMS konsisten dan terus berjuang dalam mendukung pemerintahan dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) dan tata kelola pemerintahan yang bersih (clean governance),” tegasnya.

Pada kesempatan itu ia menegaskan, kampanye menciptakan pemerintah yang baik dan bersih ini terus didengungkan salah satu bentuknya adalah dengan mendorong penuntasan mega skandal keuangan negara, BLBI.

“Mega skandal Bank Century dan proyek triliunan Hambalang yang mangkrak telah di sidak oleh Presiden Jokowi. Mestinya, BLBI Gate juga harus mendapat perhatian serius,” ungkapnya.

Karena itu, Hardjuno berharap agar BLBI menjadi persoalan utama yang bisa diselesaikan di era Presiden Jokowi itu. Maka itu haruslah diselesaikan secara komprehensif dengan sebuah revoluasi keuangan negara.

“Kami mendesak KPK dengan seksama dalam tempo sesingkat-singkatnya dapat menuntasakan skandal keuangan negara di republic ini. Apalagi, KPK sebagai ujung tombak pemberantasan koruspi di Indonesia hari ini dengan secepat-cepatnya," tukasnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya