Ical Bosan Ditanya soal Nasib Golkar

Nov/P-2
18/6/2015 00:00
Ical Bosan Ditanya soal Nasib Golkar
(ANTARA/Sigid Kurniawan)
NASIB Partai Golkar masih belum jelas, baik mengenai islah antarelite dari dua kubu yang bertikai maupun kepesertaanya dalam pilkada serentak Desember mendatang.

Ketua Umum DPP Partai Golkar hasil Munas Bali, Aburizal Bakrie (Ical), pun, kemarin, tampak tidak bersemangat saat ditanya wartawan perihal bagaimana progres tim penjaringan yang dilakukan kedua belah pihak antara kubunya dan kubu Agung Laksono hasil Munas Ancol, Jakarta.

"Bosan ya, mendingan kita bicara soal UU Penjaminan," ujar Ical seusai menghadiri forum group discussion di ruang Fraksi Golkar, Gedung DPR RI, Jakarta, kemarin.

Menurut Ical, penyelenggaraan pilkada tidak penting bagi partainya, tapi hanya penting untuk calon kepala daerah yang diusung.

"Pilkada penting untuk calon-calon. Buat Golkar tidak penting. Buat Golkar, pilkada mau diadakan tahun ini atau tahun depan sama saja," tandasnya.

Ia kemudian membandingkan pilkada dengan Pileg 2014 yang menurutnya kesuksesannya tidak saling berkaitan.

Ical memaparkan bahwa di pilkada tahun sebelumnya Golkar menang 59%.

Sementara itu, pileg mendapat perolehan suara 14,6%.

"Maka, saya tetap mengharapkan Golkar ikut pilkada jadi satu (kepemimpinan). Kalau jadi satu, kita ikut (pilkada)," jelasnya.

Soal kepengurusan, pihaknya mengajak kubu Agung untuk kembali ke dalam kepengurusan hasil Munas Riau 2009.

Hal itu sesuai dengan keputusan PN Jakarta Utara yang mengembalikan kepengurusan Golkar yang sah ke Munas Riau.

Munas Bali yang digelar kubu Ical dan Munas Ancol yang digelar kubu Agung pada akhir 2014 dianggap tidak berlaku.

Sebaliknya, Sekjen Golkar hasil Munas Ancol, Zainuddin Amali, mengimbau para kadernya di daerah tetap optimistis Golkar bisa ikut dalam pilkada serentak.

"Sabar saja. Saat ini perekrutan masih dirundingkan oleh tim penjaringan kedua kubu," ujarnya.

Rapat lanjutan tim penjaringan calon kepala daerah, imbuh dia, akan dilanjutkan pada Jumat (19/6) mendatang.

"Ada tiga poin yang akan dibahas dan dibentuk lebih rinci dan harus mengutamakan kepentingan partai," pungkasnya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya