Malaysia Dinilai Langgar Kesepakatan

Kim/*/P-5
18/6/2015 00:00
Malaysia Dinilai Langgar Kesepakatan
(ANTARA/Fadlansyah)
POLITIKUS Partai NasDem Supiadin mendesak pemerintah melayangkan nota protes diplomatik terhadap Malaysia yang dikabarkan melakukan aktivitas militer di wilayah air dan udara di Blok Ambalat.

Menurut Supiadin, kegiatan itu sudah melanggar kesepakatan dengan Indonesia.

"Seharusnya tidak boleh terjadi, mereka mancing-mancing kita. Mereka harus menghormati kedaulatan Indonesia. Segera layangkan nota protes diplomatik setelah mendapat data pelanggaran yang lengkap," ungkap Supiadin kepada Media Indonesia, kemarin.

Ia mengkritik pesawat tempur Malaysia yang berani melintas di wilayah yang masih disengketakan kedua negara.

Pasalnya, saat bertemu dengan Perdana Menteri Malaysia Najib Tun Razak, beberapa waktu lalu, sudah ada kesepahaman agar setiap negara menahan diri.

"Saat bersama Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh bertemu Najib Tun Razak, dibahas pula mengenai keadaan perbatasan Blok Ambalat. Pada akhir pertemuan tersebut dihasilkan rekomendasi untuk bisa menjaga Ambalat tetap damai," ujarnya.

Wapres Jusuf Kalla, ketika berada di Poso, Sulawesi Tengah, Selasa (16/6), mengaku sudah mendengar kabar melintasnya pesawat tempur Malaysia di Blok Ambalat, Kalimantan Utara.

Kata dia, pesawat negeri jiran itu tak seharusnya memasuki daerah tersebut.

"Ah, tentu itu tidak boleh. Nakal saja," ucap dia

Perairan Ambalat sebelumnya disepakati sebagai batas udara yang tak boleh dilewati kedua pihak.

Malaysia mengklaim wilayah itu lantaran secara sepihak menarik batas laut 200 mil dari pulau terluar seusai ditetapkan sebagai pemilik Pulau Sipadan dan Ligitan.

Jarak itu termasuk Blok Ambalat.

"Selama dia (melintas) di perairan internasional, tak apa-apa. Asal jangan masuk ke perairan Indonesia," lanjut JK.

Ia sendiri berpikir tak perlu bergegas merevisi perjanjian dengan Malaysia dalam hal ini Blok Ambalat.

"Ah, enggak apa-apa. Sudah ada perjanjian dengan Malaysia untuk memperbaiki perbatasan," jelasnya.

Mengenai penempatan pesawat tempur TNI F-16 di wilayah tersebut, JK menyebut itu sekadar latihan sebagaimana yang dilakukan TNI di wilayah Gunung Biru, Poso, yang menjadi lokasi persembunyian teroris.

"F-16 latihan. Sukhoi latihan. Poso juga latihan."



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya