Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYEBUTAN nama-nama calon ketua umum yang bakal didukung oleh pemilik suara dalam sidang pandangan umum merupakan pelanggaran terhadap tata tertib Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar. Komite etik diminta memberikan sanksi terhadap peserta Munaslub yang dianggap melanggar.
Hal itu diutarakan politikus senior Partai Golkar Chairuman Harahap di arena Munaslub Partai Golkar, Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Bali, Senin (16/5).
"Tidak pantas di sidang pandangan umum sudah sebutkan nama-nama yang mau didukung. Kan belum waktunya. Tatib melarang itu. Ini harus ditindaklanjuti oleh Komite Etik Munaslub," kata anggota tim sukses Erlangga Hartanto itu.
Menurut Chairuman, selama ini sudah banyak laporan pelanggaran etik yang dilakukan oleh para calon ketua umum yang masuk ke Komite Etik. Meskipun sudah menyatakan terdapat sejumlah pelanggaran, Komite Etik hingga kini belum menindaklanjutinya.
"Kita jadi bertanya-tanya, 'ada apakah dengan Komite Etik?' Apa yang mereka kerjakan sebenarnya? Belum bisa dilihat kerjanya. Komite Etik ini jadinya seperti pelipur lara saja," cetus dia.
Seperti diberitakan, agenda sidang paripurna di Munaslub diwarnai penyampaian dukungan kepada Setya Novanto, salah satu calon ketua umum. Padahal, sidang beragendakan penyampaian pandangan terhadap pertanggungjawaban Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie.
Dukungan kepada Novanto disampaikan Ketua DPD I Jambi Zurman Manaf, Ketua DPD I Nusa Tenggara Barat Muhammad Suhairi dan sejumlah Ketua DPD I lainnya. Hingga akhir sidang tercatat 14 pemilik suara dari 33 DPD tingkat I yang mengungkapkan dukungannya terhadap Novanto.
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Satuan Karya Ulama Indonesia Muhammad Ali Yahya yang juga salah satu pemilik suara dalam munaslub, mengatakan, penyampaian dukungan yang dilakukan sejumlah Ketua DPD I tidak serta merta mengindikasikan Novanto bakal mudah melenggang menduduki kursi Golkar I.
"Apalagi tidak semua DPD II satu suara dengan DPD I di atasnya. Belum lagi sistem pemilihannya tertutup. Di bilik suara, siapa yang tahu pilihan orang-orang. Semua calon masih sangat terbuka peluangnya untuk menang," kata dia.
Ia juga menepis anggapan bahwa penyampaian dukungan dalam sidang paripurna melanggar tata tertib munaslub. Menurut dia, hal tersebut sah-sah saja. "Pemilihannya kan nanti voting dan rahasia. Enggak ada masalah dong? Masih bisa berubah semuanya," kata dia.
Ketua DPD II Golkar Gorontalo Marten A Taha mengatakan, Munaslub masih sangat dinamis. Namun demikian, peta politik terakhir di kalangan peserta Munaslub sudah mengerucut pada dua nama, yakni Ade Komaruddin dan Setya Novanto. "Kuda hitamnya Azis. Tapi siapapun yang menang tetap harus bisa merangkul yang lain. Jangan sampai Golkar terpecah lagi," imbuhnya. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved