Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PIDATO Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat membuka Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golongan Karya (Golkar) sungguh mengejutkan.
Dengan terus terang, Jokowi menceritakan jika banyak orang yang bertanya kepadanya menjelang Munaslub.
Pertanyaan pertama kepada dirinya, kata Presiden, seputar kabar pembantunya yakni Menteri Koordinator Politik Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkopolhukam) Luhut Binsar Panjaitan yang menelpon DPD-DPD Golkar di Indonesia.
"Lalu saya jawab, Pak Luhut itu adalah mantan Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar," ujarnya.
Adapun yang kedua, lanjut Jokowi, menanyakan soal Wakil Presiden Jusuf Kalla yang juga mengumpulkan dan menelpon para Ketua DPD di seluruh Indonesia.
"Saya menjawab, Pak JK itu mantan Ketua Umum Partai Golkar," jelasnya.
Dan pertanyaan ketiga, di mana Istana Negara sekarang ini Pak? "Saya menjawabnya, Istana Negara itu ada di Jalan Merdeka Utara Jakarta," ujarnya.
Presiden pun bercerita lagi bahwa masih ada pertanyaan aneh kepadanya. Bunyi pertanyaanya ialah, "Pak Jokowi di mana sekarang?". "Pertanyaan itu terus diajukan. Saya menjawabnya, sekarang saya berada di Munaslub Partai Golkar," ujar Jokowi disambut tepuk tangan meriah peserta hadirin.
Menurut Jokowi, sudah lama Partai Golkar telah memberikan kontribusi yang besar bagi pemerintah. "Untuk apa kita saling bersaing yang tidak produktif. Mari kita saling bergandengan untuk kemajuan negeri ini," ujarnya.
Banyak partai yang saling bersaing tidak sehat. Ia meminta Golkar untuk ikut bersama membangun negeri ini. Golkar harus menjadi ruh partai politik yang bekerja untuk kemajuan bangsa.
Jokowi juga menyentil pembangunan infrastruktur di negeri ini. Menurutnya, hanya dengan infrastruktur Indonesia bisa dipersatukan. Ia menyampaikan jika saat ini sedang membangung bandara di Papua.
"Kalau ada bandara di Papua, maka orang bisa terbang dari Papua langsung ke Aceh. Kalau ada jalan tol, maka jarak akan semakin pendek, Indonesia akan semakin maju," ujarnya.
Menurut Presiden, pembangunan infrastruktur di Indonesa memang sudah sangat lama dirancang. Namun, belum bisa dieksekusi. Ia menegaskan, jalan tol itu bukan hanya dibangun di Jawa, tetapi bisa di luar Jawa.
Pembangunan pelabuhan juga sama. Pelabuhan kecil juga dibangun, pelabuhan besar juga dibangun. Pelabuhan kecil akan dihubungkan dengan pelabuhan besar. Bandara yang kecil dihubungan dengan bandara yang besar.
"Kalau swasta mau bangun silakan. Kalau yang di Indonesia timur belum ada untungnya, kita gunakan APBN, karena infrastruktur itu sangat penting," ujarnya. (OL/Nav/OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved