Penentuan Terbuka atau Tertutup Nyaris Diwarnai Adu Jotos

Irvan Sihombing
14/5/2016 18:33
Penentuan Terbuka atau Tertutup Nyaris Diwarnai Adu Jotos
(Ilustrasi)

AKSI adu jotos hampir terjadi di arena Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar. Salah seorang peserta tersulut emosinya seusai mendengar ucapan bernada merendahkan yang dilontarkan peserta lain saat pembahasan Tata Tertib (Tatib) Pemilihan.

Sejumlah petugas keamanan di ruang Sidang Pramunaslub Komisi A Bidang Organisasi dan Pemilihan, Bali Nusa Dua Convention Center, pun bergegas maju ke depan arena sidang untuk melerai dua kader partai berlambang pohon beringin tersebut.

Aksi tidak terpuji itu terjadi di depan Ketua Steering Committee (SC) Nurdin Halid dan Ketua Komite Pemilihan Rambe Kamarul Zaman di Ruang Singaraja, Sabtu (15/5) sore.

Ditemui seusai sidang, Nurdin mengatakan memang ada pro dan kontra terkait tatib, khususnya mengenai pemilihan. Awalnya, SC mengusulkan dengan sistem tertutup. Namun, ada pihak yang menolak dengan alasan para peserta hanya akan memutuskan bakal calon yang berhak menjadi calon.

"SC menerjemahkan tertutup supaya lebih demokratis, lebih jernih, kemudian memilih sesuai hati nurani. Namun, ini kemudian terjadi pro-kontra. Ada yang meminta terbuka karena masih dukungan baru proses mencari calon, belum ada calon. Oleh karena itu, (ada anggapan) tidak perlu dengan tertutup," kata Nurdin yang juga mantan Ketua Umum PSSI itu.

Karena terjadi deadlock, Nurdin kemudian meminta para peserta menggelar musyawarah dan mufakat. Tujuannya untuk menentukan apakah pemilihan tersebut berlangsung secara tertutup atau terbuka.

"Saya meminta mereka menggunakan Pasal 34 Tata Tertib yaitu musyawarah mufakat. Silakan DPD I dan DPD II melakukan musyawarah. Kalau tidak terjadi musyawarah, kita kembali ke Pasal 34 ayat 2 yaitu dengan suara terbanyak berarti voting. Itu nanti besok (Minggu)," lanjutnya.

Sekalipun sistem pemilihan untuk mencari calon masih belum diputuskan, Nurdin memastikan untuk memilih calon, pemilihan harus tertutup. "Steering memang merancang itu tertutup. Supaya lebih menjamin kerahasiaan daripada voter atau pemilik suara untuk menentukan bakal calon menjadi calon," tandasnya. (Nav/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya