ANGGOTA Dewan Pers Nezar Patria menyatakan media sosial kini telah menjadi salah satu medium yang penting dalam demokrasi. Pasalnya, dalam negara demokratis setiap orang bisa berekspresi lewat media sosial, salah satunya Twitter. Apalagi saat ini pengguna Twitter di Indonesia sudah mencapai 50 juta orang.
"Twitter adalah salah satu medium yang penting dalam demokrasi kontemporer, saat ekspresi politik tidak lagi diungkapkan lewat instrumen-instrumen politik yang lama, misalnya parpol atau lembaga sosial," jelasnya dalam diskusi Dialog Demokrasi dalam 140 Karakter di Jakarta, kemarin.
Karena itu, ia berpendapat media sosial bisa memperkuat ruang demokratik di dalam masyarakat.
Ia mengakui percakapan dalam Twitter bukan sebuah dialog, melainkan multimonolog. "Memang interaksi dialog antarpengguna Twitter belum maksimal terjadi," ujarnya. Kendati demikian, Twitter sebagai wadah untuk mewujudkan kebebasan ekspresi mempunyai nilai untuk diapresiasi.
Twitter, sambungnya, juga berguna bagi siapa pun yang berkecimpung dalam politik untuk melihat tendensi-tendensi atau opini publik yang berkembang.
Di diskusi itu, Ketua Dewan Pers Bagir Manan mengatakan hal yang serupa.
Ia berpendapat media sosial merupakan suatu sarana demokrasi. Namun, diakuinya, media sosial belum menjadi fungsi sosial yang luas.
"Itu karena dia mempunyai keterbatasan baik jangkauannya maupun keterbatasan pengguna yang punya misi sendiri," katanya.
Ia berharap seiring dengan perkembangan demokrasi, Twitter jangan hanya digunakan untuk kepentingan suatu kelompok. Ia menginginkan Twitter bisa juga dijadikan sebagai sarana yang berguna bagi kepentingan orang banyak.
"Berjalannya perkembangan dan kedewasaan demokrasi, mereka akan menggunakan Twitter bukan hanya untuk misinya sendiri, tapi untuk kepentingan orang banyak," tegasnya. (Nur/P-1)