KELOMPOK terorisme yang masih berkeliaran di sekitar Poso harus ditekan perlahan dengan pemahaman yang tepat. Pendidikan pun jadi kuncinya.
"Konflik yang terjadi, atau ekses akibat radikalisme, itu semua berasal dari pikiran atau ideologi. Ideologi hanya bisa dihentikan dengan pemikiran juga," kata Wakil Presiden Jusuf Kalla di Poso, Sulawesi Tengah, kemarin.
Ia menyodorkan pendidikan sebagai solusinya. Langkah konkretnya, pendirian SMAN Harmoni di Poso.
Sekolah hasil kerja bareng pemerintah dengan PT Poso Energy itu bakal menampung putra-putri terbaik Poso dan Sulawesi Tengah untuk belajar secara gratis alias mendapat beasiswa penuh.
"Apa yang tadi diinginkan, suatu Poso harmonis lewat pendidikan merupakan satu hal yang harus kita dukung," kata dia.
Piet Inkiriwang, Bupati Poso, menyatakan upayanya mempertahankan situasi harmonis itu tak akan berarti banyak tanpa didahului usaha Kalla, yang saat menjadi Menkokesra telah berinisiatif merangkul semua pihak yang bertikai di Poso untuk berdamai. Ia pun memberikan Piagam Penghargaan Harmoni kepada Kalla.
Poso, di periode 1998-2001, dilanda konflik berdarah antarkomunitas masyarakat yang dibumbui isu agama. Kalla kemudian turun tangan mendamaikan para pihak di Poso di Perjanjian Malino, 20 Desember 2001. Sejumlah insiden kecil masih terpicu seusai itu. Namun, tak sebesar sebelumnya.
Saat ditanya relevansi momentum pemberian penghargaan itu, Piet menyebut bahwa Poso saat ini sudah mencapai puncak keharmonisannya.
"Karena Poso sudah damai, bersatu kembali, jadi bersinar. Jadi ada dua (tema); Poso harmonis, Poso bersinar. Kalau ada anggapan Poso itu kacau, itu keliru," cetusnya. (Kim/TB/P-1)