Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie mendatangi Istana Negara. Aburizal datang didampingi oleh Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham. Ia mengaku menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menyampaikan undangan kepada Presiden terkait Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Golkar yang dimajukan pembukaannya menjadi Sabtu (14/5) malam.
Awalnya, Munaslub Partai Golkar dijadwalkan pada 15-17 Mei mendatang, di Nusa Dua, Bali. Namun, terpaksa dimajukan mengikuti jadwal Presiden Jokowi yang akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Seoul, Korea Selatan, pada 15 Mei serta mengikuti KTT ASEAN di Sochi, Rusia pada 18 hingga 20 Mei.
"Ke Istana, untuk sampaikan undangan Munaslub ke Presiden. Supaya tidak buru-buru dan peserta juga lebih tenang," ujar Aburizal.
Pihaknya sangat berharap Presiden Jokowi dapat hadir dalam Munaslub Golkar. Pasalnya, partai yang mengalami konflik dualisme kepemimpinan selama lebih dari satu tahun itu akhirnya bisa sepakat rekonsiliasi untuk menggelar Munaslub guna memilih ketua umum yang baru.
"Presiden kan kepala negara, tentu berkepentingan. Bahwa Presiden datang itu adalah suatu kehormatan bagi semua partai dan organisasi apa pun. Kalau Presiden hadir kan bagus," katanya.
Ical, sapaan akrab Aburizal, juga menyebutkan pada pembukaan Munaslub nanti, Presiden akan memberikan pengarahan kepada seluruh peserta. Ia berharap Munaslub dapat berjalan dengan lancar dan kepemimpinan Golkar ke depan akan lebih baik dan solid.
Menanggapi adanya calon ketua umum Partai Golka yang disebut-sebut mendapat dukungan dari kalangan pemerintah, menurut Ical, pemerintah selama ini bersikap netral dan mendukung siapa pun calon ketua umum yang terpilih nanti.
"Pemerintah tidak dukung siapa-siapa. Pemerintah (dukung) siapa saja yang terpilih. Itu yang disampaikan pada saya. Beliau mengatakan tidak etis kalau menentukan satu per satu. Presiden maupun Wapres saya kira tidak seperti itu. Semua terserah pada voters. Kalau Pak Luhut (Pandjaitan) atau Pak JK (Jusuf Kalla) semuanya punya dukungan ya tak apa. Mereka punya hak suara. Yang punya hak suara kan voters," terangnya.
Ical mengaku sempat berbincang-bincang dengan Presiden Jokowi mengenai debat calon ketua umum Partai Golkar yang berlangsung di Surabaya, Rabu (11/5) malam. "Saya tanya, bapak lihat TV tadi malam nggak? Beliau bilang, lihat. Bagus tuh katanya," imbuhnya.
Menurutnya, lewat debat tersebut masyarakat bisa menilai bagaimana kesiapan para calon ketua umum Partai Golkar untuk memimpin partai berlambang pohon beringin itu ke depan.
"Sebab, semua partai itu didirikan bukan untuk kepentingan partai itu sendiri tetapi untuk kepentingan bangsa dan negara. Ketumnya tentu harus mengerti semua partai itu didirikan bukan untuk kepentingan partai itu sendiri tapi untuk kepentingan bangsa dan negara," jelasnya.
Kelak, meski tidak lagi menjabat sebagai Ketua Umum Golkar, Aburizal tetap berkomitmen untuk memberikan pengalamannya kepada para kader Golkar.
"Kalau Dewan Pembina akan dibentuk dalam usulan dan keputusan dalam Rapat Pleno DPP. Saya tidak tahu yang akan dipilih oleh daerah. Kalau saya diminta, tentu saya bersedia," ungkapnya.
Saat ditanya perihal adanya membahas posisi menteri kepada Presiden, Ical dengan tegas membantahnya. Ia mengatakan tidak pernah membicarakan hal itu kepada Jokowi.
"Satu patah kata pun tentang susunan kabinet atau Golkar mau masuk kabinet, saya tak bicarakan itu," pungkasnya. (Nov/OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved