Seskab: Pilihan Menteri soal Caketum Golkar bukan Suara Istana

Antara
10/5/2016 19:34
Seskab: Pilihan Menteri soal Caketum Golkar bukan Suara Istana
(ANTARA/Widodo S. Jusuf)

SEKRETARIS Kabinet Pramono Anung mengatakan sejumlah pejabat negara yang menjadi kader Partai Golkar dan menyuarakan dukungan kepada calon ketua umum (caketum) tertentu adalah bukan merupakan bentuk dukungan dari istana.

"Kalau ada orang per orang di dalam kabinet, apakah itu seorang menteri dan sebagainya karena dia juga kader Golkar mempunyai preferensi pilihan ya itu monggo-monggo saja, tapi itu bukan berarti (pilihan) presiden, bukan berarti pemerintah, bukan pula berarti istana," kata Pramono ditemui di Istana Negara, Jakarta, pada Selasa (10/5).

Menurut Pramono, seluruh pihak harus dapat membedakan kepentingan negara dan kepentingan pribadi sebagai kader partai tertentu. Presiden Joko Widodo (Jokowi) diagendakan akan menghadiri pembukaan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar di Bali pada 15-17 Mei 2016.

Seskab menyatakan dalam acara tersebut Presiden hanya akan membuka munas tersebut dan melanjutkan perjalanan kunjungan kenegaraan ke Korea Selatan dan Rusia. "Setelah itu tidak terlibat dalam persoalan demokrasi yang terjadi di Partai Golkar," jelas Pramono.

Kendati demikian, Pramono menyatakan Presiden tetap memantau proses Munaslub Golkar sebagai salah satu partai terbesar di Indonesia. "Tapi sekali lagi dalam pantauan itu Presiden meyakini dengan siapa saja yang menjadi Ketua Umum Partai Golkar bukan menjadi hal yang harus terlalu dipikirkan oleh pemerintah ini," tegas Pramono.

Sebelumnya diberitakan, Presiden Jokowi saat bertemu Wakil Presiden Jusuf Kalla menyampaikan kekesalannya atas isu tidak benar yang menilai dirinya mendukung caketum tertentu Partai Golkar.

"Kemarin (9/5) saya bertemu beliau, hanya berdua. Beliau sangat marah karena hal itu sama sekali tidak benar," ujar Kalla saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik. (Ant/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya