Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH hingga saat ini masih menyusun rekomendasi hasil dari simposium tragedi 1965 yang digelar April lalu. Korban tragedi 1965 berharap ada sejumlah rekomendasi yang dihasilkan di antaranya rehabilitasi umum bagi para korban. Simposium tersebut diharapkan dapat menjadi langkah awal pengungkapan kebenaran.
"Minimal ada semacam rehabilitasi umum yakni mengembalikan hak awal sebelum peristiwa 65 hasil rangkuman simposium, tapi belum disampaikan secara resmi. Memang ada tarik menarik kepentingan yang kuat. Yang paling penting ada kemauan yang kuat untuk menyelesaikan kasus pelanggaran HAM (Hak Asasi Manusia) masa lalu," ujar Ketua Yayasan Penelitian Korban Pembunuhan 1965 (YPKP 65) Bedjo Untung di Kantor Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Senin (9/5).
Di hari itu, YPKP 65 secara resmi menyampaikan resume data dan catatan kuburan massal korban pembunuhan peristiwa 1965 kepada Menkopolhukam Luhut Binsar Panjaitan. Menurut Bedjo, data tersebut belum menyeluruh, sementara baru terdapat 122 titik di Jawa dan Sumatra.
"Di pulau lain seperti Bali, Kalimantan, Sulawesi belum ter-cover," katanya.
Di tempat yang sama, Anggota Dewan Pengarah International People's Tribunal on 1965 Crimes Against Humanity in Indonesia (IPT1965) Reza Muharam berharap salah satu hasil dari simposium tragedi 1965, berupa pembentukan komite pengungkapan kebenaran yang kedudukannya langsung di bawah Presiden.
Komite pengungkapan kebenaran, sambung Reza, diperlukan agar semua pihak mempunyai kesepahaman dalam menyelesaikan kasus pelanggaran HAM menyangkut peristiwa 1965.
"Kita juga berharap ada payung hukum untuk merehabilitasi para korban. Presiden dapat mengeluarkan keputusan (Keppres)," ujar dia.
Seusai menerima YPKP 65, Luhut menyampaikan bahwa pihaknya akan menurunkan tim guna mengecek secara langsung kebenaran dari kuburan massal yang diduga korban pembantaian tragedi 1965. "Segera, kita siapkan tim untuk mengecek secara random, tadi di daerah Pati dan Wonosobo disebutkan," tukas dia. (Ind/OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved