Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PDI Perjuangan (PDIP) tidak kunjung menemukan figur kuat untuk melawan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017.
"PDIP belum punya kandidat yang kuat sebanding dengan Ahok," ujar pengamat politik UGM Arie Sudjito saat dihubungi, kemarin (Minggu, 8/5).
Arie pun mengomentari beredarnya poster di dunia maya yang berisi dukungan terhadap Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengikuti pilkada DKI, termasuk kunjungan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri ke Surabaya menemui Risma pada 3 Mei lalu.
"Itu mungkin baru penjajakan. Banyak energi yang sia-sia kalau Risma bertarung di Jakarta. Padahal, lebih besar kesempatan di Surabaya dan Jawa Timur. Biar pembagian tugas untuk mendorong perubahan di daerah," imbuh Arie yang menyelesaikan disertasi tentang partai politik itu.
Risma, ujarnya, sulit tergoda untuk bertarung di pilkada DKI meskipun yang bersangkutan telah resmi menjadi kader partai banteng moncong putih. "Belum tentu juga Risma mau. Apalagi, pengandidatan itu penuh negosiasi," tukasnya.
Sementara itu, Direktur Populi Center Usep Ahyar menyebut poster dan kunjungan Megawati sebagai taktik PDIP untuk melihat opini publik. "Saya kira taste the water karena belum menentukan apakah Risma atau yang lain. Lebih banyak spekulasi," kata Usep.
Ia pun setuju jika kepala daerah berprestasi tidak perlu bertarung satu sama lain. Namun, sambungnya, nafsu partai politik yang tidak ingin kehilangan muka dalam pilkada terkadang membuat masukan publik tidak dihiraukan.
"Cuma sekarang partai tidak mau kehilangan muka makanya kader terbaik tetap dicari. Intinya yang bisa mengalahkan Ahok," cetusnya.
Di sisi lain, politikus PDIP Masinton Pasaribu berdalih beredarnya poster Risma merupakan inisiatif para simpatisan ataupun relawan. PDIP hingga saat ini belum memutuskan calon maupun kader yang akan diusung.
Pasalnya, PDIP masih melakukan seleksi penyaringan bakal calon. "Belum diputuskan. Namun, yang namanya kader itu siap ditugaskan dan ditempatkan di mana pun," tegas Masinton yang juga anggota Komisi III DPR itu.(nyu/P-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved