Sumbangan Calon Ketua Umum Bisa Jadi Bumerang Bagi Golkar

06/5/2016 17:13
Sumbangan Calon Ketua Umum Bisa Jadi Bumerang Bagi Golkar
(Sembilan Kandidat Bakal Calon (Balon) Ketua Umum DPP Partai Golkar---MI/MOHAMAD IRFAN)

WACANA biaya Munaslub Partai Golkar yang bersumber dari sumbangan setiap calon ketua umum sangat tidak produktif bagi partai berlambang pohon beringin tersebut. Hal tersebut diungkapkan Direkrur EmrusCorner, Emrus Sihombing dalam rilis yang diterima Jumat (6/5).

Menurut Emrus, putusan untuk meminta sumbangan minimal Rp1 miliar dari para calon ketua umum harus dikaji lebih jauh dan mendalam. Pasalnya, adanya sumbangan tersebut bisa menimbulkan kontra produktif bagi Golkar yang menjual branding Suara Golkar Suara Rakyat atau Suara Rakyat Suara Golkar.

"Penentuan sumbangan tersebut dapat mengkonstruksi persepsi atau penilaian yang sangat kurang baik dari rakyat (publik) kepada pengurus dan Golkar secara keseluruhan ke depannya," jelas Emrus.

Menurutnya ada tiga alasan kurang produktif bagi Golkar tentang penentuan syarat sumbangan Pertama, sumbangan tersebut dapat diartikan sebagai upaya politik mengganjal tokoh tertentu yang punya idealisme membangun Golkar sebagai partai moderen yang menggelorakan semangat penolakan terhadap politik uang di internal Golkar.

"Tokoh semacam ini selalu berjuang dengan idealisme murni. Karena itu, ia lebih cenderung menolak sumbangan tersebut," jelasnya.

Kedua, tokoh yang brilian sulit muncul memimpin Golkar. Menurut Emrus, Golkar sebenarnya memiliki banyak kader dari kalangan muda maupun senior yang punya idealis, reformis, penuh kreatifm, dan semangat untuk mengembangkan Golkar ke depan untuk bersaing pada pilkada 2017 dan pileg/pilpres 2019.

"Sumbangan tersebut dapat dimaknai sabagai upaya membonsai tokoh idealis-reformis untuk memimpin Golkar. Padahal, bila Golkar meniadakan sumbangan tersebut, niscaya muncul pemimpin baru Golkar yang luar biasa" katanya.

Ketiga, Golkar bisa jadi mendapat julukan dari rakyat sebagai partai elitis yaqngg hanya dapat dipimpin oleh orang yang punya uang. "Sedangkan publik berkehendak lain. Puklik sangat menaruh harapan besar agar Golkar memperjuangkan jurang kesenjangan antara kaum papa yang mayoritas penghuni republik ini dengan sekelompok kecil orang yg sangat menikmati kekayaan bangsa ini," ungkapnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya