JK Nilai Tebusan akan Mengulang Penyanderaan

Christian Dior Simbolon
04/5/2016 19:17
JK Nilai Tebusan akan Mengulang Penyanderaan
(Iustrasi)

WAKIL Presiden (Wapres) Jusuf Kalla menegaskan pemerintah tidak akan pernah membayar tebusan yang dituntut kelompok militan Abu Sayyaf. Menurut Kalla, membayar tebusan sama saja dengan melanggengkan aksi-aksi penyanderaan di masa depan.

"Pemerintah tidak pernah dengan cara apa pun berbicara tebusan. Kami tidak ingin karena makin (dibayar) tebusan, (penyanderaan) makin terulang," ujar Kalla di Kantor Wapres, Jakarta, Rabu (4/5).

Terkait empat warga negara Indonesia (WNI) yang masih disandera salah satu faksi Abu Sayyaf, Kalla mengatakan, pemerintah membuka pintu bagi pihak-pihak yang ingin membantu upaya pembebasan. Namun, pihak-pihak tersebut harus berkoordinasi dengan pemerintah.

"Kami terbuka dengan siapa saja yang ingin membantu, tapi harus terkoordinasi. Tentunya (pembebasan) harapan kami lebih cepat lebih baik, tapi ini tentu melihat perkembangan di lapangan," tandasnya. (Deo/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya