Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH 10 warga negara Indonesia (WNI) yang disandera oleh Abu Sayyaf dibebaskan, pemerintah saat ini fokus membebaskan empat WNI lainnya kelompok militan Filipina.
Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Johan Budi mengatakan, pemerintah berusaha untuk kembali mengulang sukses dari hasil diplomasi total yang dilakukan. Namun, perihal bagaimana caranya, Johan mengatakan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) yang tahu persis akan hal itu.
"Diplomasi yang kemarin disebut Menlu sebagai diplomasi kompleks dan total, siapa yang dilibatkan saya tidak tahu. Bisa saja (negosiatornya) berbeda, tergantung situasi di lapangan," ujar Johan di Jakarta, Selasa (3/5).
Pihaknya juga menegaskan bahwa pemerintah tidak mengeluarkan uang tebusan untuk pembebasan 10 sandera di Filipina. Begitu juga yang akan dilakukan untuk 4 WNI lainnya yang masih berada di Filipina.
"Kan sudah disampaikan, bahwa pemerintah tidak keluarkan tebusan apa pun atau tidak bayar sepeser pun. Hanya gunakan diplomasi," pungkasnya.
Pada kesempatan yang berbeda, Menlu Retno Marsudi menjelaskan pemerintah akan menggunakan strategi yang berbeda untuk membebaskan 4 WNI lainnya yang masih disandera.
"Masing-masing kasus ada karakter yang berbeda. Jadi, kita tidak bisa bekerja dengan satu template untuk tiap kasus. Harus diingat juga, bahwa situasi di lapangan sangat dinamis. Dengan cara yang sama tidak mungkin," ujar Retno di Komplek Istana Kepresidenan.
Lebih lanjut, kata Retno, upaya untuk menyelamatkan 4 WNI lainnya telah disiapkan beberapa skenario tergantung situasi yang berkembang di lapangan. Ia berharap, bisa mengulang keberhasilan seperti 10 WNI yang telah bebas dan pulang ke Indonesia beberapa hari yang lalu.
"Situasi dinamis harus direspons dengan pendekatan yang dinamis juga. Kalau ditanya akan gimana itu, ya tergantung kondisi di lapangan," tandasnya.
Retno juga menyampaikan tim negosiatornya sudah dipersiapkan dan dilakukan koordinasi dengan Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Menkopolhukam untuk perkuat kerja sama dalam rangka membebaskan 4 WNI sandera lainnya.
"Kita pantau terus perkembangan dalam arti kita tahu mereka ada di mana di kelompok mana. Informasi itu kita sudah lengkap dan kemarin sudah diperkuat lagi koordinasi kita," jelasnya.
Mengenai pertemuan pada 5 Mei mendatang antara Indonesia, Malaysia dan Filipina, yang akan diikuti oleh Menlu tiga negara, Panglima TNI, Panglima Malaysia, dan Filipina, Retno menyebutkan telah dilakukan pembahasan teknis mengenai hasil pertemuan.
"Dan negosiasi terakhir hasil pertemuan akan dilakukan, besok. Itu tim teknis kita akan melanjutkan negosiasi. Sehingga pada saat pertemuan tadi ada hasil yang konkret dari pertemuan. Rencana pertemuannya di Yogyakarta dengan agenda khusus peningkatan keamanan di perairan perbatasan dan wilayah sekitarnya," pungkasnya. (Nov/OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved