Permasalahan di LP Seperti Penyakit Usus Buntu

Christian Dior Simbolon
30/4/2016 14:59
Permasalahan di LP Seperti Penyakit Usus Buntu
(ANTARA/Oky Lukmansyah)

BUDAYAWAN yang pernah mendekam dalam penjara, Arswendo Atmowiloto mengibaratkan permasalahan di lembaga permasyarakatan (LP) seperti usus buntu. Permasalahannya banyak dan beragam, tapi kerap lupa untuk ditangani.

"Dalam pendekatan budaya, lapas ini kayak usus buntu. Ada, tapi dianggap enggak ada. Ketika sudah meledak baru diurusi. Baru rame-rame," ujar Arswendo dalam diskusi bertajuk 'Ada Apa Dengan Lapas' di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (30/4).

Menurut Arswendo, perhatian Kementerian Hukum dan HAM terhadap LP sangat minim sekali. Ia mengklaim bahwa lapas Cipinang hanya sedikit sekali perubahannya sejak 1912.

"Kasihan yang bertugas di sana. Secara policy, tidak pernah disentuh sama sekali. Saya tidak tahu apakah (Menkum HAM) Yasonna itu tidak peduli atau tidak tahu. Atau mungkin dua-duanya," cetus dia.

Namun demikian, diakui Arswendo, permasalahan di LP tidak bisa semuanya diselesaikan pemerintah. Karena itu, ia berharap ada upaya dari pemerintah untuk melembagakan partisipasi masyarakat di lapas. Pasalnya, saat ini telah banyak relawan yang berkarya di lapas tanpa membebani anggaran negara.

"Ada relawan-relawan itu yang bantu. Ini saja dilembagakan. Alumni (lapas) itu ada banyak yang baik hati. Mereka masih sering datang, masih membina. Cukup diawasi saja apa materi yang diberikan atau bentuk pembinaannya di lapas. Jangan dipersulit," ujar dia. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya