Perpanjangan Operasi Tinombala Dinilai Layak

Arif Hulwan
28/4/2016 20:18
Perpanjangan Operasi Tinombala Dinilai Layak
(ANTARA FOTO/Edy)

RUMITNYA operasi penangkapan teroris yang bergerilya di hutan-hutan Poso, Sulawesi Tengah, diakui membutuhkan waktu. Namun, operasi selama ini bukan tanpa hasil. Sejumlah anggota teroris menyerahkan diri. Perpanjangan operasi pun dipandang layak.

Ketua Pusat Studi Kemananan dan Politik Universitas Padjadjaran Muradi menjelaskan, operasi penangkapan kelompok teroris Santoso di Poso ialah perang asimetris (perang di antara pihak yang kekuatannya besar dengan strategi masing-masing). Pihak Santoso memilih bergerilya di hutan-hutan Poso yang rimbun.

Polri dibantu TNI telah melakukan operasi penyisiran pegunungan sambil menutup ruang pasokan logistik musuh.

"Perang asimetris ini sifatnya berlarut-larut, tapi sudah pada trek yang benar. Beberapa anggota Santoso itu satu per satu turun menyerahkan diri. Sudah ada hal baik yang dihasilkan," kata Muradi saat dihubungi, Kamis (28/4).

Keraguan banyak pihak pada kemampuan Polri dan TNI dalam menangani masalah ini mesti diverifikasi secara langsung ke lapangan. Muradi, yang pernah mengunjungi Poso hingga kaki gunungnya, mengaku rimba di Bumi Sintuwo Maroso itu karakteristiknya pendek dan rapat. Itu jelas jadi zona subur untuk bergerilya.

Soal tudingan proyek pendanaan terorisme bagi aparat pun disebutnya mesti dicek lebih jauh. Yang jelas, kata dia, dengan hasil yang mulai kelihatan itu, perpanjangan operasi Tinombala menjadi sesuatu yang dipandang layak. Keterlibatan TNI di dalamnya pun sudah memiliki dasar hukum sebagai komponen pendukung dalam pemberantasan terorisme.

"Operasi ini memang high cost, tapi ini mulai kelihatan. Siapa pun yang meragukannya mesti main ke sana, mengecek medan seperti apa," tutup dia. (Kim/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya