Indonesia Sasaran Perang Generasi Keempat

Ferdinand
28/4/2016 14:11
Indonesia Sasaran Perang Generasi Keempat
(ROMMY PUJIANTO)

INDONESIA dituntut untuk meningkatkan kewaspadaan karena termasuk salah satu sasaran perang generasi ke empat. Indonesia yang dilintasi garis khatulistiwa, merupakan sumber pangan dan air yang akan menjadi penyebab konflik setelah minyak.

Mantan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat, Letnan Jenderal TNI (purn) Kiki Syahnakri menyampaikan hal tersebut dalam Seminar Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) dan Perang Generasi ke-4 di STIE-ABA St. Pignatelli Surakarta, Jawa Tengah, Kamis (28/4).

"Pangan dan air menjadi sumber konflik seiring populasi dunia yang semakin meningkat," katanya.

Ketua Yayasan Jati Diri Bangsa itu menyebutkan, salah satu negara yang patut diwaspadai adalah Tiongkok, negara tersebut mempunyai populasi besar yang harus dipenuhi hak-hak dasarnya.

Tanda-tanda ke arah itu sudah terlihat ketika Pemerintah Tiongkok mengeluarkan strategi jalur sutra maritim. Tujuan utamanya untuk melakukan perluasan sumber-sumber pemenuhan hak dasar warganya.

"Perluasan itu tidak mungkin ke Utara, seperti ke Siberia dan sebagainya. Tapi ke Selatan termasuk ke kita," katanya.

Perang generasi keempat, lanjut Kiki, tidak seperti perang-perang sebelumnya yang mengedepankan penggunaan persenjataan. Perang generasi keempat menggunakan soft power baik di bidang ekonomi, budaya, dan teknologi.

Salah satu cara yang dilakukan Cina adalah dengan mendirikan berbagai macam proyek dimana alat dan pekerjanya berasal dan di kendalikan Tiongkok. Di Indonesia, terdapat lebih dari 200 proyek yang telah berjalan. "Secara militer Tiongkok bukan ancaman, tapi secara sosial kependudukan iya," kata Kiki.

Lebih jauh, Kiki menegaskan, untuk mengantisipasi hal itu ada dua hal yang harus dilakukan. Yakni, menciptakan integrasi internal dan melakukan adaptasi eksternal. Oleh sebab itu pembangunan karakter, budaya, dan perilaku harus jadi leading sector dari pembangunan nasional.

"Pembangunan ekonomi, hukum, dan pertahanan difokuskan pada kesadaran bela negara. Kalau ini sukses kita akan sukse di MEA," katanya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya