PBNU: Ulama akan Bahas Tax Amnesty

Christian Dior Simbolon
27/4/2016 16:48
PBNU: Ulama akan Bahas Tax Amnesty
(MI/Ramdani)

KETUA Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj mengatakan akan mengumpulkan ulama untuk membahas soal pengampunan pajak (tax amnesty) dan 'Panama Papers'. Hal itu diungkapkan Said Aqil seusai menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) di Kantor Wapres, Jakarta, Rabu (27/4).

"Tadi cuma membahas tax amnesty, Panama Papers, karena itu ulama akan membahasnya. Hukumnya bagaimana tax amnesty, hukumnya bagaimana Panama Papers," ujar Said Aqil.

Pada pertemuan itu, Said mengatakan, JK berpesan agar publik berhati-hati dalam menilai orang-orang yang masuk dalam daftar Panama Papers. Pasalnya, tidak semua nama yang masuk dalam daftar telah melakukan tindakan kejahatan.

"Pak Wapres minta kita hati-hati, jangan mengenereralisasi. Artinya, tidak semua salah tidak semua benar, tidak semua jelek dan tidak semua pelaku kriminal lah," imbuhnya.

Kedatangan Said Aqil juga untuk meminta JK menghadiri International Summit of Moderate Islamic Leader (ISOMIL) di Jakarta pada 9-11 Mei mendatang. ISOMIL merupakan tindak lanjut dari Konferensi Tingkat Tinggi Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Jakarta dan Turki, beberapa waktu lalu.

"ISOMIL merupakan ajang untuk menyamakan persepsi para pemuka agama di negara-negara Islam bahwa Islam itu antiradikalisme, membawa hidayah, dan menyebarkan kedamaian. Sampai saat ini sudah ada beberapa ulama dari 45 negara yang mengonfirmasi kedatangannya pada acara itu nanti," imbuhnya.

Said Aqil menambahkan, PBNU juga telah mendapat amanat dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menggelar kegiatan tersebut sebagai upaya menghalau paham-paham radikalisme, baik di Indonesia maupun di luar negeri. (Deo/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya