Segera Tambah Jumlah Pegawai dan Sipir LP

MI
25/4/2016 07:20
Segera Tambah Jumlah Pegawai dan Sipir LP
(Petugas kebakaran memadamkan api yang membakar bangunan Lapas Klas II A Banceuy Bandung, Jawa Barat, Sabtu (23/4)--ANTARA/Agus Bebeng)

KEMENTERIAN Hukum dan Hak Asasi Manusia harus sangat serius menyikapi kebakaran di lembaga pemasyarakatan, sebab dalam kurun tidak sampai dua bulan, dua kebaran LP yang dipicu amukan narapidana telah terjadi.

Pada akhir Maret 2016, aksi pembakaran LP Bengkulu dilakukan napi yang marah karena menolak rencana tes urine dari Badan Narkotika Nasional (BNN). Pada Sabtu (23/4), para napi di LP Banceuy, Bandung, mengamuk memprotes pemindahan Undang Kosim, seorang napi narkoba, ke sel khusus yang berujung pada tewasnya sang napi akibat gantung diri.

"Yang terpenting saat ini penambahan jumlah pegawai LP agar bisa melakukan pengawasan dan pengamanan lebih baik," kata anggota Komisi III DPR Sufmi Dasco Ahmad (F-Gerindra), di Jakarta, kemarin (Minggu, 24/4).

Minimnya jumlah sipir, ujar Dasco, membuat pengawasan tidak maksimal. Ia menyarankan agar jumlah pegawai LP ditambah, terlebih rasio satu pegawai LP mengawasi 55 warga binaan tidak rasional.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi telah menyetujui penambahan 11 ribu pegawai LP. "Jika perlu, ditingkatkan jadi 19 ribu sebagaimana rekomendasi awal Kemenkum dan HAM. Untuk LP, tidak bisa digunakan pendekatan efisiensi."

Selain itu, menurut Dasco, guna mencegah maraknya peredaran narkotika di LP, Kemenkum dan HAM harus segera berkoordinasi dengan BNN agar menempatkan anggota mereka di tiap LP. Menkum dan HAM Yasonna Laoly mengakui kondisi LP yang melebihi kapasitas menjadi salah satu penyebab maraknya kerusuhan.

"Kepadatan LP kian parah sejak Operasi Berantas Sindikat Narkoba digelar. Sejak Januari, tiap bulan, hampir 2.000 napi tambah, pengawasan jadi berkurang," ujarnya, kemarin.

Budayawan Arswendo Atmowiloto yang pernah menjadi warga binaan LP menilai selama profesionalitas sipir dan kesejahteraan petugas tidak ditingkatkan, LP akan tetap menjadi tempat yang mudah bergejolak.

Terkait dengan aksi di LP Banceuy, Menkum dan HAM mengatakan pihaknya telah meminta seluruh LP mengevaluasi cara atau SOP pemeriksaan tahanan agar tidak ada pemeriksaan berlebihan. Menurut Yasonna, aksi gantung diri di Banceuy diduga terkait pemaksaan agar napi mengakui membawa narkoba saat diperiksa.(Ind/Deo/Nyu/X-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya