Pengamat: Penangkapan Buronan Jangan Berhenti pada Samadikun

Astri Novaria
23/4/2016 17:43
Pengamat: Penangkapan Buronan Jangan Berhenti pada Samadikun
(MI/Susanto)

DIREKTUR Lingkar Madani (Lima) Indonesia Ray Rangkuti tidak terlalu mempermasalahkan cara pemulangan buronan kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) Samadikun Hartono. Sebab, menurutnya, yang lebih penting ialah bagaimana cara pemerintah dalam mengejar para buronan serta bagaimana mengembalikan uang negara yang begitu besar atas kejahatan yang dilakukan buronan tersebut.

"Setidaknya ada 53 orang lagi yang menjadi buronan kita. Menurut saya, akan lebih bagus kita diskusinya di sini. Ya, kita kritik lah soal cara pemulangan buronan yang seolah istimewa, tapi jangan sampai itu menjadi target utama kita. Kita berharap ini pintu awal bagi rezim pemerintahan Jokowi (Presiden Joko Widodo)," ujar Ray dalam diskusi bertemakan 'BLBI yang Nyaris Terlupa' di Jakarta, Sabtu (23/4).

Menurut dia, ini hanya soal kemauan dan putusan politik dalam menangkap para buronan. Bagi Ray, siapa pun dapat menangkap buronan kejahatan yang merugikan negara tersebut. Justru negara patut memberikan apresiasi bila ada yang berhasil menangkap para buronan tersebut.

"Jadi, kalau ada kemauan untuk mengejar ke mana-mana pun sebetulnya sudah ketahuan di mana. Ada 53 buronan yang tersisa itu sudah diketahui di mana bersembunyi. Kita harapkan, tidak berhenti di Samadikun. Setidaknya satu orang dalam dua bulan ketemu orangnya sampai tiga tahun ke depan. Sehingga kita tidak punya lagi buronan dalam konteks kejahatan ekonomi seperti sekarang ini," imbuhnya.

Ia juga berharap DPR melakukan pengawasan agar penangkapan ini tidak berhenti pada Samadikun saja. Ray juga menunggu geliat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama dengan para pelaku kejahatan ekonomi yang kasusnya ditangani oleh KPK.

"Seingat saya ada sekitar 5 orang yang kasusnya ditangani oleh KPK. Sejauh apa sekarang KPK bekerja untuk membongkar seluruh kejahatan ekonomi BLBI dan juga pada kasus Bank Century," pungkasnya. (Nov/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya