Konsesi Ekonomi Politik Indonesia-Tiongkok Dinilai kian Kuat

Astri Novaria
23/4/2016 13:30
Konsesi Ekonomi Politik Indonesia-Tiongkok Dinilai kian Kuat
(MI/Atet Pramadia)

ANGGOTA Komisi III DPR dari Fraksi Golkar, Syaiful Bahri Ruray, menilai pemulangan terpidana buronan Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) Samadikun Hartono bukan hasil dari sebuah peristiwa hukum. Ia berpandangan hal ini berbeda dengan pemulangan Nazaruddin yang ditangkap oleh Kepolisian Kolombia di Cartagena.

"Sebenarnya menangkapnya mudah, tetapi kenapa sedemikian lama sampai terkatung-katung? Menurut saya ada fenomena lain di balik peristiwa hukum. Saya kira harus dilihat bahwa ini bagian dari konsesi RRC terhadap Indonesia. Kita tahu persis bahwa Presiden Joko Widodo memberikan konsesi ekonomi politik demikian banyak kepada RRC," ujar Syaiful dalam diskusi bertemakan ‘BLBI yang Nyaris Terlupa’ di Jakarta, Sabtu (23/4).

Syaiful menuturkan penangkapan Samadikun disebabkan pemerintah Indonesia memiliki hubungan diplomasi yang baik dengan Tiongkok. Menurutnya, tidak dapat dimungkiri bahwa Tiongkok pada pemerintahan Joko Widodo memiliki porsi investasi yang besar dalam mendukung pembangunan infrastruktur.

"Kalau zaman Orde Baru kita melirik ke Amerika Serikat, Habibie sedikit ke Jerman, SBY balik lagi ke AS, sekarang kita lagi looking to the China. China dengan mendapat konsesi listrik yang besar, kereta api cepat, dan sedang mengincar pelabuhan-pelabuhan besar dalam rangka tol Nusantara Jokowi ini berkaitan dengan program China dengan Jalur Sutra Laut, saya kira mereka mengorbankan seorang Samadikun belum seberapa. Ini akan ada lagi kalau kita menuntut lagi," paparnya. (Nov/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya